<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Editor RS Abdi Waluyo, Author at Abdi Waluyo Hospital</title>
	<atom:link href="https://abdiwaluyo.com/author/admin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://abdiwaluyo.com/author/admin/</link>
	<description>Hospital with modern Technologies</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 Feb 2025 05:21:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2023/07/cropped-ICON-WEB-01-32x32.png</url>
	<title>Editor RS Abdi Waluyo, Author at Abdi Waluyo Hospital</title>
	<link>https://abdiwaluyo.com/author/admin/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Chemical Peeling</title>
		<link>https://abdiwaluyo.com/health-info/chemical-peeling/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=chemical-peeling</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor RS Abdi Waluyo]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2022 08:31:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips Sehat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.abdiwaluyo.com/uncategorized-id/chemical-peeling/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Chemical Peeling adalah prosedur perawatan kulit dengan mengoleskan cairan kimiawi khusus ke kulit untuk mengangkat / mengelupaskan lapisan kulit terluar untuk membantu pertumbuhan sel kulit baru. Chemical peeling sering digunakan untuk merawat keriput, perubahan warna kulit / flek wajah, dan bekas jerawat. Peeling bisa dilakukan dengan kombinasi prosedur kosmetik lainnya, dan bisa dilakukan untuk kedalaman <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/chemical-peeling/" class="more-link">...<span class="screen-reader-text">  Chemical Peeling</span></a></p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/chemical-peeling/">Chemical Peeling</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="row">
<div class="col-md-9">Chemical Peeling adalah prosedur perawatan kulit dengan mengoleskan cairan kimiawi khusus ke kulit untuk mengangkat / mengelupaskan lapisan kulit terluar untuk membantu pertumbuhan sel kulit baru. Chemical peeling sering digunakan untuk merawat keriput, perubahan warna kulit / flek wajah, dan bekas jerawat. Peeling bisa dilakukan dengan kombinasi prosedur kosmetik lainnya, dan bisa dilakukan untuk kedalaman kulit yang berbeda pula. Chemical peeling untuk lapisan kulit yang dalam hasilnya akan lebih nyata tetapi juga perlu waktu penyembuhan yang lebih lama.</div>
<div class="col-md-3"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="296" height="215" class="size-full wp-image-13890 img-fluid img-responsive aligncenter" src="https://www.abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2022/02/image001.png" alt="" srcset="https://abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2022/02/image001.png 296w, https://abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2022/02/image001-250x182.png 250w, https://abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2022/02/image001-120x87.png 120w" sizes="(max-width: 296px) 100vw, 296px" /></div>
</div>
<p><strong>Tujuan Peeling</strong></p>
<p>Mengelupaskan / eksfoliasi kulit mati untuk meregenerasi dan memperbaiki keindahan kulit wajah secara aman.</p>
<p><strong>Manfaat Peeling</strong></p>
<div class="row">
<div class="col-md-4"><img decoding="async" class="img-fluid img-responsive aligncenter wp-image-21628" src="https://abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2022/02/crop-300x198.jpg" alt="" width="500" height="330" srcset="https://abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2022/02/crop-300x198.jpg 300w, https://abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2022/02/crop-1024x677.jpg 1024w, https://abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2022/02/crop-200x132.jpg 200w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></div>
<div class="col-md-8">
<ul>
<li>Memperbaiki tekstur dan mengatasi penuaan kulit</li>
<li>Mengurangi kerutan kulit</li>
<li>Meningkatkan regenerasi sel kulit</li>
<li>Mengurangi hiperpigmentasi atau flek hitam</li>
<li>Menyamarkan bekas jerawat</li>
<li>Mengurangi komedo</li>
<li>Merangsang pembentukan kolagen</li>
</ul>
</div>
</div>
<p><strong>Jenis <em>Chemical Peeling</em></strong></p>
<p><em>Chemical peeling</em> dibedakan menjadi 3 berdasarkan tingkat kedalamannya:</p>
<ul>
<li>Ringan (<em>light chemical peeling</em>): <em>peeling</em> ringan menargetkan eksfoliasi lapisan terluar kulit (epidermis), umumnya digunakan untuk merawat garis keriput tipis, jerawat, kulit kering, dan warna/<em>tone </em>kulit wajah.</li>
<li>Sedang (<em>medium chemical peeling</em>): <em>peeling</em> sedang menargetkan eksfoliasi lapisan kulit dari epidermis hingga lapisan teratas dari dermis (lapisan tengah kulit), bisa digunakan untuk merawat keriput, bekas jerawat, dan warna/tone kulit wajah. Prosedur ini perlu diulang untuk mencapai atau mempertahankan hasil kulit yang diinginkan.</li>
<li>Dalam (<em>deep chemical peeling</em>): <em>peeling</em> dalam menargetkan eksfoliasi kulit yang lebih dalam. Dokter bisa menyarankan <em>peeling</em> dalam untuk merawat jaringan parut atau bekas jerawat/luka, keriput yang lebih dalam, atau lesi pra-kanker. Umumnya prosedur ini tidak dilakukan berulang untuk mencapai hasil tertentu yang diharapkan.</li>
</ul>
<p><strong>Efek Samping <em>Peeling</em></strong></p>
<ul>
<li>Kulit kemerahan, <em>scabbing</em> / terkelupas, bengkak. Hal ini adalah efek samping yang umum terjadi sebagai bagian dari proses penyembuhan kulit. Lamanya bervariasi, bisa berlangsung mingguan sampai bulanan tergantung jenis kedalaman peeling.</li>
<li>Perubahan warna kulit. Warna kulit bisa menjadi lebih gelap (hiperpigmentasi) atau lebih terang (hipopigmentasi) dari sebelumnya. Hiperpigmentasi lebih sering pada <em>peeling </em>ringan, sementara hipopigmentasi pada <em>peeling </em> Efek samping perubahan warna kulit umumnya terjadi pada pasien berwarna kulit gelap.</li>
<li>Setelah <em>peeling, </em>bisa terjadi infeksi baik bakteri, virus, jamur, apabila kulit tidak dirawat bersih. Pada orang dengan penyakit herpes, bisa terjadi <em>flare </em>/ kekambuhan herpes kulit.</li>
<li><em>Scarring</em> / pembentukan jaringan parut. Meskipun sangat jarang, <em>chemical peeling </em>mungkin menyebabkan bekas terutama pada wajah area bawah. Dokter akan meresepkan obat untuk mengatasi hal ini.</li>
</ul>
<p><strong>Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum <em>Chemical Peeling?</em></strong></p>
<p>Sebelum melakukan <em>chemical peeling, </em>konsultasi dahulu dengan dokter spesialis kulit. Dokter Anda akan mereview riwayat medis Anda terlebih dahulu, melakukan pemeriksaan fisik, dan mendiskusikan masalah dan target yang Anda harapkan. Dari situlah dokter akan menentukan regimen program <em>peeling </em>Anda yang sesuai. Sebelum dilakukan <em>chemical peeling, </em>dokter mungkin menyarankan Anda untuk memakai krim tertentu dan menghindari jenis obat / kosmetik tertentu.</p>
<p><strong>Prosedur <em>Chemical Peeling</em></strong></p>
<p>Tergantung jenis <em>peeling </em>yang akan dilakukan berdasarkan tingkat kedalamannya, dokter Anda akan melakukan prosedur yang berbeda. Namun secara umum dokter akan mengaplikasikan cairan kimiawi ke kulit Anda. Khusus untuk <em>peeling </em>dalam, dokter akan menyarankan Anda untuk diberikan cairan infus dan denyut jantung Anda akan dipantau. Umumnya prosedur peeling berlangsung sekitar 30 &#8211; 90 menit.</p>
<p><strong>Apa yang Perlu Diperhatikan Sesudah <em>Chemical Peeling?</em></strong></p>
<p><img decoding="async" class="img-fluid img-responsive aligncenter wp-image-13894 size-full" src="https://www.abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2022/02/image005.jpg" alt="" width="700" height="465" srcset="https://abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2022/02/image005.jpg 700w, https://abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2022/02/image005-250x166.jpg 250w, https://abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2022/02/image005-120x80.jpg 120w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></p>
<ol>
<li>Kulit yang di-<em>peeling</em> akan lebih merah, tampak iritasi, atau bengkak (tergantung kedalaman <em>peeling)</em></li>
<li>Hindari menggosok/menggaruk kulit</li>
<li>Oleskan krim kulit sesuai dengan petunjuk dokter</li>
<li>Hindari paparan sinar matahari secara langsung</li>
<li>Menggunakan tabir surya maupun pelembab secara teratur sesuai petunjuk dokter</li>
<li>Hindari penggunaan produk eksfoliasi kulit setelah peeling</li>
<li>Hindari produk kosmetik / make up tertentu selama beberapa waktu sesuai petunjuk dokter</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<hr />
<p><a class="btn btn-primary" href="https://www.abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2022/02/CHEMICAL-PEELING-BROCHURE-IND.pdf" target="_blank" rel="noopener">Unduh Brosur</a></p>
<hr />
<p>Sumber:</p>
<p><a href="https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/chemical-peel/about/pac-20393473">https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/chemical-peel/about/pac-20393473</a></p>
<p><a href="https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/chemical-peels-at-home">https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/chemical-peels-at-home</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/chemical-peeling/">Chemical Peeling</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pahami Hasil FibroScan Anda</title>
		<link>https://abdiwaluyo.com/health-info/pahami-hasil-fibroscan-anda/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pahami-hasil-fibroscan-anda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor RS Abdi Waluyo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Feb 2022 08:02:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips Sehat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.abdiwaluyo.com/uncategorized-id/understanding-your-fibroscan-results/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apa itu FibroScan? FibroScan adalah alat ultrasonografi khususu untuk memindai liver Anda untuk mengukur fibrosis (jaringan parut) dan steatosis (penumpukan lemak) di liver. Alat ini dapat membantu dokter anda untuk memahami penyakit liver anda. Dokter anda juga mungkin meminta pemeriksaan lainnya untuk mengevaluasi liver anda, seperti tes darah, pencitraan lainnya, atau biopsi. Dokter anda akan <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/pahami-hasil-fibroscan-anda/" class="more-link">...<span class="screen-reader-text">  Pahami Hasil FibroScan Anda</span></a></p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/pahami-hasil-fibroscan-anda/">Pahami Hasil FibroScan Anda</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Apa itu FibroScan?</strong></p>
<p>FibroScan adalah alat ultrasonografi khususu untuk memindai liver Anda untuk mengukur fibrosis (jaringan parut) dan steatosis (penumpukan lemak) di liver. Alat ini dapat membantu dokter anda untuk memahami penyakit liver anda. Dokter anda juga mungkin meminta pemeriksaan lainnya untuk mengevaluasi liver anda, seperti tes darah, pencitraan lainnya, atau biopsi. Dokter anda akan menjelaskan hasil anda saat kunjungan anda.</p>
<p><strong>Apa itu Skor CAP?</strong></p>
<p>Skor <em>Controlled Attenuation Parameter (CAP)</em> adalah skor pengukuran penumpukan lemak agar dokter anda dapat menentukan Grade Steatosis anda.</p>
<p>Skor CAP bervariasi dari 100 sampai 400 decibel per meter (dB/m). Tabel berikut inni akan membantu anda mengategorikan Skor CAP anda menjadi Grade Steatosis tertentu dan rentang persentase perubahan akumulasi lemaknya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<table>
<tbody>
<tr>
<td width="141">Skor CAP</td>
<td width="132">Grade Steatosis</td>
<td width="327">% Jaringan Liver dengan Akumulasi Lemak</td>
</tr>
<tr>
<td width="141">238 to 260 dB/m</td>
<td width="132">S1</td>
<td width="327">11% sampai 33%</td>
</tr>
<tr>
<td width="141">260 to 290 dB/m</td>
<td width="132">S2</td>
<td width="327">34% sampai 66%</td>
</tr>
<tr>
<td width="141">Di atas 260 dB/m</td>
<td width="132">S3</td>
<td width="327">67% atau lebih</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Apa itu Hasil Fibrosis?</strong></p>
<p>Hasil Fibrosis adalah hasil penghitungan seberapa banyak jaringan parut ada di liver anda dengan mengukur kekakuan liver (<em>liver stiffness). </em>Normalnya, hasil fibrosis ini berada di antara 2 sampai 6 kilopascal (kPa), sementara hasil tertinggi mencapai 75 kPa. Orang dengan kelainnan liver tentunya akan memiliki hasil lebih tinggi dari rentang nilai normal.</p>
<p>Pada dasarnya, dokter anda akan menggunakan Hasil Fibrosis dan anamnesis untuk menentukan to Derajat Fibrosis anda.</p>
<ul>
<li>Derajat Fibrosis F0 to F1: Jaringan parut liver tidak ada ringan</li>
<li>Derajat Fibrosis F2: Jaringan parut liver sedang</li>
<li>Derajat Fibrosis F3: Jaringan parut liver berat</li>
<li>Derajat Fibrosis F4: Jaringan parut liver lanjut (Sirosis)</li>
</ul>
<p><strong>Apakah saya bisa menentukan Derajat Fibrosis dari Hasil Fibrosis saya? </strong></p>
<p>Tabel berikut ini menunjukkan kelainan liver, rentang Hasil Fibrosis, dan Derajat Fibrosis yang sesuai. Perlu diingat bahwa rentang hasil fibrosis di tabel hanyalah perkiraan. Hasil Derajat Fibrosis sebenarnya yang disampaikan dokter kepada anda sangat mungkin berbeda dengan tabel. Tabel ini tidak dapat digunakan bila anda memiliki lebih dari satu kelainan liver.</p>
<p>Cara membaca tabelnya, pertama-tama cari kondisi kelainan liver yang anda miliki di kolom pertama. Lalu, baca di baris tersebut ke kanan untuk menemukan rentang yang mencakup hasil fibrosis anda. Terakhir, baca judul kolom hasil tersebut untuk menemukan Derajat Fibrosis Anda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<table>
<tbody>
<tr>
<td width="160"><strong>Kondisi</strong></td>
<td width="95"><strong>F0 to F1</strong></td>
<td width="104"><strong>F2</strong></td>
<td width="104"><strong>F3</strong></td>
<td width="138"><strong>F4</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="160">Hepatitis B</td>
<td width="95">2 &#8211; 7 kPa</td>
<td width="104">8 &#8211; 9 kPa</td>
<td width="104">8 &#8211; 11 kPa</td>
<td width="138">18 kPa atau lebih</td>
</tr>
<tr>
<td width="160">Hepatitis C</td>
<td width="95">2 &#8211; 7 kPa</td>
<td width="104">8 &#8211; 9 kPa</td>
<td width="104">9 &#8211; 14 kPa</td>
<td width="138">14 kPa atau lebih</td>
</tr>
<tr>
<td width="160">Koinfeksi HIV/HCV</td>
<td width="95">2 &#8211; 7 kPa</td>
<td width="104">7 &#8211; 11 kPa</td>
<td width="104">11 &#8211; 14 kPa</td>
<td width="138">14 kPa atau lebih</td>
</tr>
<tr>
<td width="160">Kolestasis</td>
<td width="95">2 &#8211; 7 kPa</td>
<td width="104">7 &#8211; 9 kPa</td>
<td width="104">9 &#8211; 17 kPa</td>
<td width="138">17 kPa atau lebih</td>
</tr>
<tr>
<td width="160">Penyakit Liver Non Alkohol</td>
<td width="95">2 &#8211; 7 kPa</td>
<td width="104">7.5 &#8211; 10 kPa</td>
<td width="104">10 &#8211; 14 kPa</td>
<td width="138">14 kPa atau lebih</td>
</tr>
<tr>
<td width="160">Penyakit Terkait Alkohol</td>
<td width="95">2 to 7 kPa</td>
<td width="104">7 to 11 kPa</td>
<td width="104">11 &#8211; 19 kPa</td>
<td width="138">19 kPa atau lebih</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Seberapa akurat hasil FibroScan saya?</strong></p>
<p>Dalam beberapa kasus, Hasil Fibrosis yang ditampilkan FibroScan bisa jadi lebih tinggi / lebih berat daripada keadaan jaringan parut liver anda sebenarnya. Hal ini dapat terjadi apabila anda memiliki:</p>
<ul>
<li>Radang liver, baik karena penyakit liver baru-baru ini atau karena minum alkohol</li>
<li>Tumor liver, baik jinak maupun ganas</li>
<li>Kongesti liver (keadaan di mana terjadi penumpukan cairan / darah di liver), seringkali berhubungan dengan gagal jantung</li>
</ul>
<p>Hasil FibroScan anda juga bisa menjadi kurang akurat apabila anda memiliki:</p>
<ul>
<li>Obesitas, dengan indeks massa tubuh lebih dari 30</li>
<li>Ascites (pengumpulan cairan di rongga perut anda)</li>
<li>Obstruksi bilier (kondisi di mana cairan empedu anda tidak bisa mengalir keluar dari liver dengan seharusnya)</li>
</ul>
<hr />
<p><a class="btn btn-primary" href="https://www.abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2022/02/BROCHURE-FIBROSCAN-BAHASA.pdf" target="_blank" rel="noopener">Unduh Brosur</a></p>
<hr />
<p><em>Source: Memorial Sloan Ketterin Cancer Centter</em></p>
<p><em><a href="https://www.mskcc.org/cancer-care/patient-education/understanding-your-fibroscan-results">https://www.mskcc.org/cancer-care/patient-education/understanding-your-fibroscan-results</a></em></p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/pahami-hasil-fibroscan-anda/">Pahami Hasil FibroScan Anda</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KETENTUAN ISOLASI DAN KARANTINA COVID-19</title>
		<link>https://abdiwaluyo.com/health-info/ketentuan-isolasi-dan-karantina-covid-19-pelaku-perjalanan-luar-negeri/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ketentuan-isolasi-dan-karantina-covid-19-pelaku-perjalanan-luar-negeri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor RS Abdi Waluyo]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Jan 2022 05:55:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips Sehat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.abdiwaluyo.com/uncategorized-id/covid-19-isolation-and-quarantine-provisions-for-foreign-travel-performers/</guid>

					<description><![CDATA[<p>KETENTUAN ISOLASI DAN KARANTINA COVID-19 PELAKU PERJALANAN LUAR NEGERI For Omicron Case Confirmation and Omicron Probable Case Download Flyer</p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/ketentuan-isolasi-dan-karantina-covid-19-pelaku-perjalanan-luar-negeri/">KETENTUAN ISOLASI DAN KARANTINA COVID-19</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3>KETENTUAN ISOLASI DAN KARANTINA COVID-19 PELAKU PERJALANAN LUAR NEGERI</h3>
<p>For Omicron Case Confirmation and Omicron Probable Case</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="img-fluid aligncenter wp-image-13618 size-full" src="https://www.abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2022/01/Ketentuan-Isolasi-Karantina-Omicron.jpg" alt="" width="1024" height="1448" srcset="https://abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2022/01/Ketentuan-Isolasi-Karantina-Omicron.jpg 1024w, https://abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2022/01/Ketentuan-Isolasi-Karantina-Omicron-250x354.jpg 250w, https://abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2022/01/Ketentuan-Isolasi-Karantina-Omicron-700x990.jpg 700w, https://abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2022/01/Ketentuan-Isolasi-Karantina-Omicron-120x170.jpg 120w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<p><a class="btn btn-lg btn-info" href="https://www.abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2022/01/Ketentuan-Isolasi-Karantina-Omicron.pdf" target="_blank" rel="noopener">Download Flyer</a></p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/ketentuan-isolasi-dan-karantina-covid-19-pelaku-perjalanan-luar-negeri/">KETENTUAN ISOLASI DAN KARANTINA COVID-19</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>REMBESAN URIN</title>
		<link>https://abdiwaluyo.com/health-info/rembesan-urin/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=rembesan-urin</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor RS Abdi Waluyo]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Jan 2022 05:48:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips Sehat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.abdiwaluyo.com/uncategorized-id/urinary-incontinence/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Written by: &#160;dr. Alexandra Francesca Chandra, MRes Rembesan urin, adalah masalah medis, di mana keluarnya urin tidak dapat Anda kendalikan. Contohnya adalah apabila urin keluar saat sedang batuk atau bersin. Banyak orang beranggapan rembesan urin itu normal terjadi seiring bertambahnya usia. Namun perlu diketahui bahwa rembesan urin adalah masalah medis yang dapat dikelola dan diobati.1-3 <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/rembesan-urin/" class="more-link">...<span class="screen-reader-text">  REMBESAN URIN</span></a></p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/rembesan-urin/">REMBESAN URIN</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 13px;"><em>Written by: &nbsp;dr. Alexandra Francesca Chandra, MRes</em></span></p>
<hr>
<p>Rembesan urin, adalah masalah medis, di mana keluarnya urin tidak dapat Anda kendalikan. Contohnya adalah apabila urin keluar saat sedang batuk atau bersin. Banyak orang beranggapan rembesan urin itu normal terjadi seiring bertambahnya usia. Namun perlu diketahui bahwa rembesan urin adalah masalah medis yang dapat dikelola dan diobati.<sup>1-3</sup></p>
<p>Jika dibiarkan, rembesan urin dapat mempengaruhi kehidupan emosional, psikologis dan sosial. Banyak orang yang dengan rembesan urin menjadi tidak nyaman dalam beraktivitas sehari-hari dan sering bolak-balik ke toilet.</p>
<p><strong>Jenis Rembesan Urin</strong></p>
<ol>
<li>Ada beberapa jenis rembesan urin, meliputi:<sup>2</sup>
<ol>
<li><em>Stress incontinence </em>: rembesan urin saat terdapat tekanan pada kandung kemih, seperti saat batuk, bersin, tertawa, atau mengangkat beban berat</li>
<li><em>Urge incontinence </em>: rembesan urin akibat adanya <em>urge </em>/ desakan mendadak untuk berkemih. Hal ini membuat seseorang sering bolak-balik ke toilet, termasuk di malam hari.</li>
<li><em>Overflow incontinence </em>: rembesan urin menetes akibat buang air kecil yang tidak tuntas</li>
<li><em>Functional incontinence </em>: rembesan urin akibat adanya gangguan fisik yang menghambat anda ke toilet tepat waktu, misalnya adanya artritis sehingga tidak bisa membuka celana cukup cepat.</li>
<li><em>Mixed incontinence </em>: gabungan dari lebih dari satu jenis rembesan urin. Kombinasi tersering adalah <em>stress incontinence </em>dan <em>urge incontinence.</em></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p><strong>Faktor Risiko</strong></p>
<p>Ada beberapa hal yang meningkatkan risiko terjadinya rembesan urin:<sup>2,3</sup></p>
<ol>
<li>Gender â€“ wanita lebih sering, hal ini terkait kehamilan, persalinan, dan menopause. Meskipun pria dengan masalah prostat juga berisiko.</li>
<li>Usia â€“ lansia lebih sering karena proses penuaan pada otot kandung kemih dapat menurunkan kapasitas tampungnya serta lebih sering terjadi kontraksi otot secara involunter</li>
<li>Riwayat keluarga â€“ risiko meningkat apabila ada keluarga yang mengalami rembesan urin</li>
<li>Berat badan â€“ berat badan berlebih akan meningkatkan tekanan di kandung kemih dan otot sekitarnya sehingga menyebabkan keluarnya urin saat batuk / bersin</li>
<li>Kehamilan â€“ perubahan hormonal dan meningkatnya usia kehamilan meningkatkan risiko rembesan urin</li>
<li>Cara persalinan â€“ cara persalinan normal dan jumlah anak yang lebih banyak meningkatkan risiko rembesan urin</li>
<li>Pembesaran / kanker prostat â€“ akibat masalah pembesaran prostat itu sendiri ataupun akibat efek samping dari terapi untuk kanker prostat</li>
<li>Obstruksi â€“ adanya hambatan pada saluran kemih baik oleh tumor ataupun batu</li>
<li>Rokok â€“ perilaku merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya rembesan urin</li>
<li>Penyakit lain â€“ risiko meningkat pada penderita diabetes atau gangguan syaraf</li>
</ol>
<p><strong>Penyebab Rembesan Urin</strong></p>
<p>Penyebab rembesan urin sesaat:<sup>3</sup></p>
<ul>
<li>Minuman: Alkohol, kafein, soda, <em>sparkling</em></li>
<li>Makanan: coklat, cabai, makanan tinggi akan gula / asam, buah golongan citrus</li>
<li>Pemanis buatan</li>
<li>Vitamin C dosis tinggi</li>
<li>Obat-obatan: beberapa obat darah tinggi, <em>muscle relaxant, </em>dan sedative</li>
<li>Masalah medis: infeksi saluran kemih, konstipasi</li>
</ul>
<p>Penyebab rembesan urin persisten:<sup>3</sup></p>
<ul>
<li>Penuaan dan menopause</li>
<li>Kehamilan dan persalinan</li>
<li>Pembesaran prostat / kanker prostat</li>
<li>Obstruksi saluran kemih, baik oleh tumor maupun batu</li>
<li>Gangguan syaraf (<em>multiple sclerosis, </em>Parkinson, stroke, tumor otak, atau cedera tulang belakang)</li>
</ul>
<p><strong>Pencegahan Rembesan Urin</strong></p>
<p>Berikut beberapa cara mencegah rembesan urin:<sup>3</sup></p>
<ul>
<li>Jaga berat badan sehat (tidak berlebih, tidak kurang)</li>
<li>Latihan otot panggul</li>
<li>Hindari minuman beralkohol, kafein, dan makanan tinggi gula / asam</li>
<li>Berhenti merokok</li>
<li>Lebih banyak makan makanan berserat</li>
</ul>
<p><strong>Tatalaksana Rembesan Urin</strong></p>
<ul>
<li>Kateter dan kantong urin (<em>urine bag</em>) â€“ menggunakan selang kateter yang menghubungkan kandung kemih dengan kantong urin agar pasien bisa bebas beraktivitas sehari-hari dan tidak terganggu dengan rembesan urin<sup>2</sup></li>
<li>HIFEM (<em>High-Intensity Focused Electro-Magnetic</em>) â€“ terapi baru menggunakan teknologi elektromagnetik yang disalurkan untuk menstimulasi jaringan neuromuskular dan memperkuat otot lantai pelvis secara non-invasif. Modalitas baru ini terbukti aman dan efektif dalam menatalaksana rembesan urin.<sup>1</sup></li>
</ul>
<hr>
<p><a class="btn btn-primary" href="https://www.abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2022/02/BROSUR-REMBESAN-URIN-IND.pdf" target="_blank" rel="noopener">Unduh Brosur</a></p>
<hr>
<p><strong>Sumber</strong></p>
<ol>
<li>Samuels JB, Pezzella A, Berenholz J, Alinsod R. Safety and Efficacy of a Non-Invasive High-Intensity Focused Electromagnetic Field (HIFEM) Device for Treatment of Urinary Incontinence and Enhancement of Quality of Life.&nbsp;<em>Lasers Surg Med</em>. 2019;51(9):760-766.</li>
<li>Urology Care Foundation. Urinary Incontinence. [Internet] Cited on 20 Jan 2022. Available from: https://www.urologyhealth.org/urology-a-z/u/urinary-incontinence.</li>
<li>Mayo Clinic. Urinary Incontinence. [Internet] Cited on 20 Jan 2022. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urinary-incontinence/symptoms-causes/syc-20352808.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/rembesan-urin/">REMBESAN URIN</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Proloterapi</title>
		<link>https://abdiwaluyo.com/health-info/proloterapi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=proloterapi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor RS Abdi Waluyo]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Jan 2022 05:41:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips Sehat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.abdiwaluyo.com/uncategorized-id/prolotherapy/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Written by: &#160;dr. Alexandra Francesca Chandra, MRes Proloterapi adalah terapi injeksi menggunakan cairan iritan alamiah, umumnya dextrose hipertonik, untuk cedera musculoskeletal kronik. Pada prinsipnya, injeksi sedikit cairan iritan pada titik-titik yang nyeri seperti di sambungan tendon, ligamen, atau di celah sendi, dapat memicu reaksi penyembuhan lokal di area yang diinjeksi tersebut. Istilah proloterapi berasal dari <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/proloterapi/" class="more-link">...<span class="screen-reader-text">  Proloterapi</span></a></p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/proloterapi/">Proloterapi</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 13px;"><em>Written by: &nbsp;dr. Alexandra Francesca Chandra, MRes</em></span></p>
<hr>
<p>Proloterapi adalah terapi injeksi menggunakan cairan iritan alamiah, umumnya dextrose hipertonik, untuk cedera musculoskeletal kronik. Pada prinsipnya, injeksi sedikit cairan iritan pada titik-titik yang nyeri seperti di sambungan tendon, ligamen, atau di celah sendi, dapat memicu reaksi penyembuhan lokal di area yang diinjeksi tersebut. Istilah proloterapi berasal dari terapi injeksi yang disebut <em>proliferant therapy </em>yang mulai lazim digunakan pada tahun 1950.<sup>1,2</sup></p>
<p><strong>Tujuan Proloterapi</strong></p>
<p>Proloterapi dimaksudkan untuk meredakan nyeri sendi dengan menginjeksikan cairan iritan yang memicu reaksi penyembuhan lokal pada jaringan yang diinjeksi. Cairan iritan ini berfungsi sebagai nutrisi, juga untuk merangsang kemampuan alami tubuh untuk memperbaiki jaringan yang rusak.<sup>1-3</sup></p>
<p><strong>Keamanan dan Efektivitas Proloterapi</strong></p>
<p>Berbagai penelitian menyatakan bahwa proloterapi adalah alternatif yang aman untuk penanganan nyeri sendi selain dengan obat-obatan. Proloterapi juga bisa digunakan untuk kondisi medis yang belum mencapai tingkat keparahan tertentu yang harus dioperasi.<sup>2,3</sup></p>
<p>Berbagai penelitian mengemukakan bahwa proloterapi efektif dalam meredakan nyeri sendi karena terapi ini memperbaiki / memperkuat kembali jaringan sendi tersebut. Oleh karena proloterapi mengandalkan kemampuan alamiah tubuh untuk memperbaiki / meregenerasi dirinya sendiri, proloterapi dipercaya dapat meningkatkan stabilitas sendi dan memperbaiki fungsi sendi secara alamiah dan permanen. Hal inilah yang membedakan proloterapi dengan obat-obatan pereda nyeri, karena obat-obatan pereda nyeri hanya bersifat sementara.<sup>1-3</sup></p>
<p><strong>Kondisi Medis Yang Memerlukan Proloterapi </strong></p>
<p>Ada berbagai keluhan sendi yang bisa ditatalaksana dengan proloterapi antara lain:<sup>2,3</sup></p>
<ul>
<li>Nyeri punggung bawah</li>
<li>Nyeri pinggang</li>
<li>Nyeri lutut</li>
<li>Nyeri bahu</li>
<li>Nyeri sendi / ligament lainnya</li>
</ul>
<p>Beberapa contoh kelainan medis yang umum diberikan proloterapi, seperti:<sup>2,3</sup></p>
<ul>
<li>Osteoartrosis lutut</li>
<li><em>Tennis elbow</em></li>
<li>Tendonitis (radang tendon)</li>
<li>Cedera <em>Rotator cuff</em></li>
<li>Arthritis</li>
</ul>
<p><strong>Cara Kerja Proloterapi</strong></p>
<p>Proloterapi menggunakan injeksi cairan iritan alamiah (seperti dextrose hipertonik) yang diinjeksikan ke target area sendi yang nyeri. Setelah diinjeksikan, cairan ini akan memicu munculnya reaksi radang sementara di area tersebut. Sel-sel radang yang teraktivasi akan datang ke area sendi yang diinjeksi dan menimbulkan reaksi kimia yang memicu pertumbuhan sel baru dan perbaikan jaringan sendi / tendon / ligamen yang rusak. Seiring dengan berjalannya proses perbaikan jaringan (penyembuhan) ini, sendi / tendon / ligamen akan kembali stabil dan menjadi lebih kuat, sehingga nyeri pun menghilang. Oleh karena itu, presisi lokasi injeksi pada proloterapi sangatlah penting agar tepat pada target area yang membutuhkan perbaikan jaringan.<sup>1-3</sup></p>
<p><strong>Prosedur Proloterapi</strong></p>
<p>Sebelum mendapat proloterapi, pertama-tama pasien dengan nyeri sendi atau punggung akan dievaluasi dokter terlebih dahulu. Pasien dengan nyeri sendi akibat penyakit kronik yang sudah mencapai tingkat keparahan tertentu mungkin kurang cocok untuk proloterapi dan bisa disarankan dokter untuk alternatif terapi lainnya. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terhadap sendi tersebut dan umumnya mengevaluasi sendi yang dimaksud dengan pencitraan yang sesuai, misalnya rontgen / CT scan untuk menilai lokasi dan tingkat keparahan yang terjadi.</p>
<p>Apabila dianjurkan untuk proloterapi, pasien sebaiknya berhenti mengonsumsi obat anti-inflamasi (anti-radang) baik steroid (misalnya prednisone, metilprednisolone) maupun non-steroid (misalnya aspirin, ibuprofen, diklofenak, celecoxib) selama 2-3 hari belum prosedur proloterapi. Hal ini dikarenakan obat-obatan anti-radang ini dapat menghambat efektivitas proloterapi.<sup>4</sup></p>
<p>Prosedur proloterapi dimulai dengan sterilisasi area kulit lokasi injeksi dengan alcohol swab atau cairan pembersih steril lainnya. Lalu dilakukan injeksi cairan dextrose hipertonik ke beberapa titik yang menargetkan celah sendi, tendon, dan ligament yang mengalami gangguan. Prosedur ini juga dapat dilakukan dengan panduan ultrasonografi (USG) sehingga lokasi penyuntikan lebih presisi.</p>
<p><strong>Frekuensi Proloterapi</strong></p>
<p>Frekuensi penyuntikan bervariasi tergantung dari kelainan/penyakit dan tingkat keparahan yang terjadi. Secara umum, proloterapi dapat dilakukan sekitar 5 sampai 6 sesi dengan selang 1-2 minggu antar sesi penyuntikannya. Dalam satu sesi penyuntikan, dokter umumnya melakukan injeksi pada beberapa titik sekitar area sendi yang menjadi target. Jumlah titik ini tergantung dari seberapa luas area sendi yang mengalami kelainan / penyakit / gangguan.</p>
<p><strong>Efek Samping Proloterapi</strong></p>
<p>Bahan yang disuntikkan adalah dextrose sehingga efek samping minimal dan jarang berinteraksi dengan obat-obatan lain yang dikonsumsi pasien. Sekalipun kemungkinannya kecil, berikut beberapa efek samping yang mungkin terjadi:<sup>4</sup></p>
<ul>
<li>Infeksi di area bekas suntikan</li>
<li>Bengkak / nyeri / kemerahan di area bekas suntikan sesaat setelah prosedur</li>
<li>Demam (bila terjadi infeksi)</li>
</ul>
<p>Ada kemungkinan efek samping sementara (seperti bengkak/nyeri) muncul segera setelah proloterapi, sehingga sendi bisa terasa memburuk sebelum akhirnya membaik.<sup>4</sup></p>
<hr>
<p><a class="btn btn-primary" href="https://www.abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2022/02/PROLOTERAPI-BROSUR-IND.pdf" target="_blank" rel="noopener">Unduh Brosur</a></p>
<hr>
<p><strong>Referensi</strong></p>
<ol>
<li>Rabago D, Patterson JJ, Mundt M, Kijowski R, Grettie J, Segal NA, et al. Dextrose Prolotherapy for Knee Osteoarthritis: A Randomized Controlled Trial. Ann Fam Med [Internet]. 2013 May 1;11(3):229 LP â€“ 237. Available from: http://www.annfammed.org/content/11/3/229.abstract</li>
<li>Distel LM, Best TM. Prolotherapy: A Clinical Review of Its Role in Treating Chronic Musculoskeletal Pain. PM&amp;R [Internet]. 2011 Jun 1;3(6S):S78â€“81. Available from: https://doi.org/10.1016/j.pmrj.2011.04.003</li>
<li>Reeves KD, Sit RWS, Rabago DP. Dextrose Prolotherapy: A Narrative Review of Basic Science, Clinical Research, and Best Treatment Recommendations. Phys Med Rehabil Clin N Am. 2016 Nov;27(4):783â€“823.</li>
<li>Fletcher J. What is prolotherapy and what is it used to treat? Medical News Today. 2017 Dec 17;</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/proloterapi/">Proloterapi</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>TERAPI HIFEM (High-Intensity Focused Electro-Magnetic)</title>
		<link>https://abdiwaluyo.com/health-info/terapi-hifem-high-intensity-focused-electro-magnetic/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=terapi-hifem-high-intensity-focused-electro-magnetic</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor RS Abdi Waluyo]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Jan 2022 05:31:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips Sehat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.abdiwaluyo.com/uncategorized-id/hifem-high-intensity-focused-electro-magnetic-therapy/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Written by: &#160;dr. Alexandra Francesca Chandra, MRes&#160; HIFEM adalah terapi non-invasif yang tidak nyeri, menggunakan medan elektromagnetik untuk menstimulasi otot lantai pelvis baik pada wanita maupun pria. Terapi HIFEM bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot lantai pelvis sehingga dapat memperbaiki kondisi medis terkait otot lantai pelvis, seperti inkontinensia urin hingga disfungsi ereksi. Kondisi Medis yang Dapat <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/terapi-hifem-high-intensity-focused-electro-magnetic/" class="more-link">...<span class="screen-reader-text">  TERAPI HIFEM (High-Intensity Focused Electro-Magnetic)</span></a></p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/terapi-hifem-high-intensity-focused-electro-magnetic/">TERAPI HIFEM (High-Intensity Focused Electro-Magnetic)</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 13px;"><em>Written by: &nbsp;dr. Alexandra Francesca Chandra, MRes&nbsp;</em></span></p>
<hr>
<p>HIFEM adalah terapi non-invasif yang tidak nyeri, menggunakan medan elektromagnetik untuk menstimulasi otot lantai pelvis baik pada wanita maupun pria. Terapi HIFEM bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot lantai pelvis sehingga dapat memperbaiki kondisi medis terkait otot lantai pelvis, seperti inkontinensia urin hingga disfungsi ereksi.</p>
<p><strong>Kondisi Medis yang Dapat Ditangani HIFEM</strong></p>
<ul>
<li>Inkontinensia urin<br />
HIFEM dapat meningkatkan kekuatan otot lantai pelvis untuk mengatasi inkontinensia urin</li>
</ul>
<ul>
<li>Pasca prostatektomi<br />
Setelah operasi prostatektomi pada penderita kanker prostat, umumnya terjadi inkontinensia urin. Terapi HIFEM dapat digunakan untuk membantu mengatasi hal ini.</li>
<li>Disfungsi Ereksi<br />
Disfungsi ereksi, ejakulasi, dan orgasme erat terkait dengan disfungsi lantai pelvis. HIFEM dapat meningkatkan aktivitas otot lantai pelvis untuk memperbaiki kontraksi otot lantai pelvis secara non-invasif.</li>
</ul>
<p><strong>Cara Kerja HIFEM</strong></p>
<p>Terapi <strong>HIFEM </strong>menggunakan alat khusus yang memancarkan medan elektromagnetik yang khusus ditargetkan ke otot lantai pelvis saat pasien duduk, sehingga menstimulasi ribuan kontraksi otot lantai pelvis selama satu kali sesi terapi. Hal ini dapat memperkuat kontraksi otot lantai pelvis dengan lebih efektif dan efisien, dibandingkan dengan latihan penguatan otot pelvis konvensional, seperti misalnya latihan kegel saja.</p>
<p><strong>Apakah Saya Bisa Mendapatkan Terapi HIFEM?</strong></p>
<p>HIFEM adalah terapi yang aman dan efektif bagi pria maupun wanita dalam meningkatkan kekuatan otot lantai pelvis. Namun untuk menentukan apakah terapi HIFEM adalah pilihan yang tepat untuk kondisi medis Anda saat ini, Anda perlu berkonsultasi ke dokter, khususnya spesialis urologi, terlebih dahulu. Dokter akan mengevaluasi kondisi Anda untuk menilai apakah terapi ini adalah jalan yang tepat untuk mengatasi kondisi medis Anda.</p>
<p><strong>Prosedur Terapi HIFEM</strong></p>
<p>Terapi HIFEM di RS Abdi Waluyo dilakukan dengan cara duduk di kursi HIFEM khusus. Selama duduk, gelombang elektromagnetik dari kursi tersebut akan menstimulasi otot lantai pelvis Anda sehingga Anda dapat merasakan kontraksi otot lantai pelvis selama prosedur berlangsung. Prosedur ini non-invasif dan tidak nyeri. Setelah terapi, Anda bisa langsung beraktivitas normal seperti biasa.</p>
<p><strong>Lama Terapi HIFEM</strong></p>
<p>Satu kali sesi terapi HIFEM berlangsung sekitar 28 menit. Kebanyakan orang membutuhkan sekitar 6 sesi, dengan jadwal yang ditentukan dokter.</p>
<p><strong>Berapa Lama Dampak Terapi HIFEM Terlihat?</strong></p>
<p>Meskipun dampak ini berbeda-beda di setiap orang, umumnya dampak terapi HIFEM umumnya dapat dirasakan setelah sesi pertama. Dampak ini semakin terasa pada minggu-minggu berikutnya setelah sesi terapi berlanjut.</p>
<hr>
<p><a class="btn btn-primary" href="https://www.abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2022/02/HIFEM-BROCHURE-IND.pdf" target="_blank" rel="noopener">Unduh Brosur</a></p>
<hr>
<p><strong>Sumber</strong></p>
<ol>
<li>Sydney Pelvic Clinic. Emsella is the easy way to strengthen your pelvic floor. [Internet] Cited on 20 Jan 2022. Available from: https://www.sydneypelvicclinic.com.au/physio/emsella-chair/</li>
<li>Samuels JB, Pezzella A, Berenholz J, Alinsod R. Safety and Efficacy of a Non-Invasive High-Intensity Focused Electromagnetic Field (HIFEM) Device for Treatment of Urinary Incontinence and Enhancement of Quality of Life.&nbsp;<em>Lasers Surg Med</em>. 2019;51(9):760-766.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/terapi-hifem-high-intensity-focused-electro-magnetic/">TERAPI HIFEM (High-Intensity Focused Electro-Magnetic)</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UPDATE VIRUS OMICRON DI INDONESIA</title>
		<link>https://abdiwaluyo.com/health-info/update-on-omicron-in-indonesia/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=update-on-omicron-in-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor RS Abdi Waluyo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jan 2022 05:59:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips Sehat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.abdiwaluyo.com/uncategorized-id/update-on-omicron-in-indonesia/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: &#160;dr. Alexandra Francesca Chandra, MRes &#124; Per 7 Jan 2021 VARIAN OMICRON Varian Omicron adalah salah satu jenis virus COVID-19 yang ditetapkan WHO sebagai variant of concern (VoC) yang menyebar dengan sangat cepat ke seluruh dunia. Varian dengan kode B.1.1.529 pertama kali dilaporkan ke WHO dari Afrika Selatan pada 24 November 2021. KASUS OMICRON <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/update-on-omicron-in-indonesia/" class="more-link">...<span class="screen-reader-text">  UPDATE VIRUS OMICRON DI INDONESIA</span></a></p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/update-on-omicron-in-indonesia/">UPDATE VIRUS OMICRON DI INDONESIA</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 13px;"><em><strong>Oleh: &nbsp;dr. Alexandra Francesca Chandra, MRes | Per 7 Jan 2021</strong></em></span></p>
<hr>
<p><strong>VARIAN OMICRON</strong></p>
<p>Varian Omicron adalah salah satu jenis virus COVID-19 yang ditetapkan WHO sebagai <em>variant of concern </em>(VoC) yang menyebar dengan sangat cepat ke seluruh dunia. Varian dengan kode B.1.1.529 pertama kali dilaporkan ke WHO dari Afrika Selatan pada 24 November 2021.</p>
<p><strong>KASUS OMICRON DI JAKARTA</strong></p>
<p>Masih terlalu dini untuk memahami dampak omicron secara nyata karena memang belum ada data yang komprehensif. Namun pada tanggal 4 Januari 2022, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengumumkan kasus Omicron di Jakarta mencapai 252 kasus.<sup>1</sup> Untuk mendeteksi varian baru ini, Kemenkes juga berencana mendatangkan 15 mesin <em>genome sequencing </em>yang akan disebarkan ke berbagai wilayah di Indonesia.<sup>2</sup></p>
<p><strong>APA YANG SUDAH DIKETAHUI TENTANG OMICRON?</strong></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="img-fluid img-responsive aligncenter wp-image-12542 size-full" src="https://www.abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2022/01/image003-2.png" alt="" width="600" height="565" srcset="https://abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2022/01/image003-2.png 600w, https://abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2022/01/image003-2-250x235.png 250w, https://abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2022/01/image003-2-120x113.png 120w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></p>
<p><strong>Penyebaran Virus COVID-19 Omicron</strong></p>
<p>Virus COVID-19 Varian Omicron kemungkinan akan menyebar lebih cepat dari varian COVID-19 sebelumnya. Menurut CDC, semua orang yang terinfeksi varian Omicron dapat menularkan virus varian Omicron ke orang lain, sekalipun tanpa gejala atau sudah divaksinasi.<sup>3</sup></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="img-fluid img-responsive aligncenter wp-image-12535 size-full" src="https://www.abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2022/01/image002.png" alt="" width="823" height="546" srcset="https://abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2022/01/image002.png 823w, https://abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2022/01/image002-250x166.png 250w, https://abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2022/01/image002-700x464.png 700w, https://abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2022/01/image002-120x80.png 120w" sizes="(max-width: 823px) 100vw, 823px" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>Kecepatan Penyebaran Virus Omicron di Afrika Selatan jauh lebih cepat daripada Virus COVID-19 varian lainnya. Sumber: HE, Xuemei, et al. SARSâ€CoVâ€2 Omicron variant: characteristics and prevention. MedComm. 2021; 2: 838-845.4</em></p>
<p><strong>Berat Penyakit COVID-19 Varian Omicron</strong></p>
<p><strong>&nbsp;</strong></p>
<ul>
<li>Berdasarkan studi di Afrika Selatan, risiko rawat inap pada infeksi varian omicron lebih rendah daripada varian sebelumnya. Akan tetapi pada kasus rawat inap, risiko terjadi penyakit berat lebih rendah dibandingkan varian Delta â€“ hal ini juga mungkin disebabkan karena tingginya imunitas bila sudah divaksinasi.<sup>5</sup></li>
<li>Studi di Inggris menemukan bahwa rawat inap pada kasus Omicron lebih rendah 2/3 kali dibandingkan Delta, serta vaksin booster dosis 3 menurunkan risiko infeksi omicron yang bergejala hingga 57% dibandingkan mereka yang tidak mendapatkan booster.<sup>6</sup></li>
<li>Secara umum, peneliti di berbagai belahan dunia setuju bahwa sekalipun tipikal kasus Omicron umumnya tidak seberat Delta (terlihat dari kasus rawat inap yang tidak sebanyak saat gelombang Delta yang lalu), risiko absolut pasien berbeda-beda tergantung berbagai faktor, termasuk status vaksinasi, usia, dan komorbid, sehingga tidak boleh dianggap enteng karena faktanya varian Omicron juga dapat menyebabkan kematian.</li>
</ul>
<p><strong>Gejala COVID-19 Varian Omicron</strong></p>
<p>Gejala varian Omicron ini mirip varian COVID-19 lainnya, meskipun kebanyakan orang bisa tidak bergejala atau mengalami beberapa bergejala ringan yang bisa sembuh tanpa dirawat di RS. Setiap orang bisa mengalami gejala yang berbeda-beda dari ringan hingga berat, antara lain:<sup>3,7,8</sup></p>
<ul>
<li>Tersering: nyeri / gatal di tenggorokan, flu, batuk ringan</li>
<li>Demam / menggigil / meriang</li>
<li>Sesak</li>
<li>Lemas</li>
<li>Demam / menggigil / meriang</li>
<li>Flu, pilek</li>
<li>Gejala pencernaan: mual, muntah, diare</li>
<li>Pegal/nyeri di berbagai bagian tubuh</li>
<li>Hilangnya kemampuan indra perasa dan penciuman</li>
</ul>
<p><strong>APA YANG BISA KITA LAKUKAN?</strong></p>
<ul>
<li>Lakukan protokol kesehatan sebaik-baiknya</li>
<li>Vaksin COVID-19 dosis lengkap + booster dosis ke-3</li>
<li>Bila mengalami salah satu dari gejala-gejala di atas, segera konsultasi ke dokter dan lakukan pemeriksaan PCR</li>
<li>Lakukan isolasi mandiri atau dirawat sesuai petunjuk dokter</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Sumber</strong></p>
<ol>
<li>Singgih Wiryono. Situasi memburuk di Jakarta: Pasien Omicron kini capai 252, kasus aktif COVID-19 meningkat dengan cepat. Kompas: Megapolitan; 05 Jan 2022. Available from: <a href="https://megapolitan.kompas.com/read/2022/01/05/08512611/situasi-memburuk-di-jakarta-pasien-omicron-kini-capai-252-kasus-aktif?page=all">https://megapolitan.kompas.com/read/2022/01/05/08512611/situasi-memburuk-di-jakarta-pasien-omicron-kini-capai-252-kasus-aktif?page=all</a></li>
<li>Update COVID-19: Cegah Omicron, Pemerintah Perketat Karantina. Kemkes: Sehat Negeriku Sehatlah Bangsaku. 27 Des 2021. Available from: <a href="https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20211227/0939055/update-covid-19-cegah-omicron-pemerintah-perketat-karantina/">https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20211227/0939055/update-covid-19-cegah-omicron-pemerintah-perketat-karantina/</a></li>
<li>Centers for Disease Control and Prevention. Omicron variant: what you need to know. 20 Dec 2021. Available from: <a href="https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/variants/omicron-variant.html">https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/variants/omicron-variant.html</a></li>
<li>HE, Xuemei, et al. SARSâ€CoVâ€2 Omicron variant: characteristics and prevention.&nbsp;<em>MedComm</em>, 2021.</li>
<li>Wolter N, Jassat W, Walaza S, Welch R, Moultrie H, Groome M, et al. Early assessment of the clinical severity of the SARS-CoV-2 Omicron variant in South Africa. medRxiv [Internet]. 2021 Jan 1;2021.12.21.21268116. Available from: <a href="http://medrxiv.org/content/early/2021/12/21/2021.12.21.21268116.abstract">http://medrxiv.org/content/early/2021/12/21/2021.12.21.21268116.abstract</a></li>
<li>Sheikh A, Kerr S, Woolhouse M, McMenamin J, Robertson C. Severity of Omicron variant of concern and vaccine effectiveness against symptomatic disease: national cohort with nested test negative design study in Scotland. 2021 Dec 22. Available form: <a href="https://www.research.ed.ac.uk/en/publications/severity-of-omicron-variant-of-concern-and-vaccine-effectiveness-">https://www.research.ed.ac.uk/en/publications/severity-of-omicron-variant-of-concern-and-vaccine-effectiveness-</a></li>
<li>Doucleff M. What we know about the symptoms â€“ and the severity â€“ of the omicron variant. 2022 Jan 06. Available from: <a href="https://www.npr.org/sections/health-shots/2022/01/06/1070622880/what-we-know-about-the-symptoms-and-the-severity-of-the-omicron-variant">https://www.npr.org/sections/health-shots/2022/01/06/1070622880/what-we-know-about-the-symptoms-and-the-severity-of-the-omicron-variant</a></li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>&nbsp;</strong></p>
<p><strong>&nbsp;</strong></p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/update-on-omicron-in-indonesia/">UPDATE VIRUS OMICRON DI INDONESIA</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengumuman Rumah Sakit Abdi Waluyo  : GE 3T MRI Signa Premier AIR</title>
		<link>https://abdiwaluyo.com/health-info/pengumuman-rumah-sakit-abdi-waluyo-ge-3t-mri-signa-premier-air/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pengumuman-rumah-sakit-abdi-waluyo-ge-3t-mri-signa-premier-air</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor RS Abdi Waluyo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Sep 2021 05:50:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips Sehat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.abdiwaluyo.com/uncategorized-id/abdi-waluyo-hospital-announcement-ge-3t-mri-signa-premier-air/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rumah Sakit Abdi Waluyo dengan bangga mengumumkan pergantian MRI 3T Discovery MR 750 dengan GE 3T MRI Signa Premier AIR. Alat MRI terbaru ini memiliki berbagai pencitraan rutin hingga pencitraan tingkat lanjut dengan menggunakan aplikasi yang canggih. Pergantian ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menawarkan teknologi yang terbaik pada saat ini dan untuk memastikan <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/pengumuman-rumah-sakit-abdi-waluyo-ge-3t-mri-signa-premier-air/" class="more-link">...<span class="screen-reader-text">  Pengumuman Rumah Sakit Abdi Waluyo  : GE 3T MRI Signa Premier AIR</span></a></p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/pengumuman-rumah-sakit-abdi-waluyo-ge-3t-mri-signa-premier-air/">Pengumuman Rumah Sakit Abdi Waluyo  : GE 3T MRI Signa Premier AIR</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Rumah Sakit Abdi Waluyo dengan bangga mengumumkan pergantian MRI 3T Discovery MR 750 dengan <strong>GE 3T MRI Signa Premier A</strong><strong>IR</strong>. Alat MRI terbaru ini memiliki berbagai pencitraan rutin hingga pencitraan tingkat lanjut dengan menggunakan aplikasi yang canggih. Pergantian ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menawarkan teknologi yang terbaik pada saat ini dan untuk memastikan perawatan pasien yang lebih baik, berkualitas serta memberikan kenyamanan pada pasien. Beberapa fitur dari sistem baru sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>MRI 3T Signa Premier AIR menggunakan Algoritma Deep Learning dengan pengambilan gambar dari berbagai posisi sehingga gambar yang dihasilkan dapat memberikan informasi sedetil mungkin.</li>
<li>Waktu yang dipergunakan untuk pemeriksaan lebih cepat 60% dibandingkan dengan MRI biasa.</li>
<li>Diameter lingkar lubang terowongan mencapai 70 cm sehingga kesan trowongan lebih luas dan membuat pasien merasa lebih nyaman saat dilakukan pemeriksaan.</li>
<li>Memiliki resolusi tinggi yang dapat menghasilkan kualitas gambar yang jelas, sehingga dapat meningkatkan pencitraan pada organ tubuh (otak, prostat, payudara, dan orthopedi) sampai bagian terkecil dan lebih detail.</li>
<li>Teknologi canggih dapat memberikan waktu scan lebih cepat hingga delapan kali, dan beberapa pemeriksaan dapat dilakukan tanpa perlu memposisikan ulang.</li>
<li>Rancangan Koil dengan teknologi AIR yang fleksibel, ringan, dan nyaman dapat beradaptasi dengan ukuran dan bentuk tubuh setiap pasien.</li>
<li>Sebagian besar sekuen pemeriksaan menghasilkan suara yang lebih rendah sehingga lebih nyaman bagi pasien.</li>
<li>MRI 3T Signa Premier ini dilengkapi dengan teknologi yang memberikan kenyaman pada pasien dengan memungkinkan pasien menonton film atau mendengarkan musik selama pemeriksaan.</li>
<li>Teknologi MRI ini dapat menghasil pemeriksaan dengan gambaran 4D untuk pemeriksaan jantung.</li>
</ol>
<p>Kami menginformasikan selama proses pergantian alat untuk pelayanan MRI 3T tidak akan tersedia mulai tanggal 26 September hingga 20 November 2021, dan MRI 1,5T tetap beroperasi 24 jam sehari. Unutk informasi dan penjadwalan pasien MRI, dapat menghubungi di nomor 021-3146621 atau 081384888158.</p>
<p>Terima kasih atas kerja sama yang sudah terjalin selama ini untuk memberikan kualitas perawatan terbaik bagi pasien secara berkelanjutan. Demikian surat ini kami sampaikan. Terima kasih.</p>
<p>Hormat kami,<br />
Direksi Rumah Sakit Abdi Waluyo&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/pengumuman-rumah-sakit-abdi-waluyo-ge-3t-mri-signa-premier-air/">Pengumuman Rumah Sakit Abdi Waluyo  : GE 3T MRI Signa Premier AIR</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Vaksin COVID-19 Moderna</title>
		<link>https://abdiwaluyo.com/health-info/vaksin-covid-19-moderna/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=vaksin-covid-19-moderna</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor RS Abdi Waluyo]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Sep 2021 04:18:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips Sehat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.abdiwaluyo.com/uncategorized-id/moderna-covid-19-vaccine/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ditulis oleh :  dr. Alexandra Francesca Chandra, MRes Vaksin COVID-19 Spikevax, atau yang lebih sering dikenal dengan Vaksin Moderna, adalah jenis vaksin mRNA, yaitu vaksin yang mengandung komponen genetik (mRNA) dari virus SARS-COV-2 yang mengkode protein spike virus tersebut. Vaksin ini tidak mengandung virus hidup, dan tidak menyebabkan penyakit COVID-19. Dengan vaksin ini, tubuh akan <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/vaksin-covid-19-moderna/" class="more-link">...<span class="screen-reader-text">  Vaksin COVID-19 Moderna</span></a></p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/vaksin-covid-19-moderna/">Vaksin COVID-19 Moderna</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 13px;"><em><strong>Ditulis oleh :  dr. Alexandra Francesca Chandra, MRes</strong></em></span></p>
<p>Vaksin COVID-19 Spikevax, atau yang lebih sering dikenal dengan Vaksin Moderna, adalah jenis vaksin mRNA, yaitu vaksin yang mengandung komponen genetik (mRNA) dari virus SARS-COV-2 yang mengkode protein spike virus tersebut. Vaksin ini tidak mengandung virus hidup, dan tidak menyebabkan penyakit COVID-19. Dengan vaksin ini, tubuh akan membuat replica atau kopi dari protein spike, sehingga sistem imun bisa belajar mengenali dan melawan virus SARS-COV-2 yang menyebabkan COVID-19.<sup>1,2</sup></p>
<hr />
<h5><strong>Izin Vaksin Moderna</strong></h5>
<p>Vaksin Moderna sudah mendapat izin <em>Emergency Use Authorization </em>(EUA) dari <em>Food and Drug Administration </em>(FDA) Amerika Serikat untuk pencegahan COVID-19 pada usia 18 tahun ke atas.<sup>3</sup></p>
<p>Di Indonesia sendiri, vaksin Moderna ini sudah mengantongi Izin Penggunaan Darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI).<sup>4</sup></p>
<hr />
<h5><strong>Penerima Vaksin Moderna</strong></h5>
<p>Vaksin Moderna dapat diberikan pada orang yang berusia 18 tahun ke atas. Vaksin ini aman diberikan kepada ibu hamil maupun menyusui. Apabila Anda memiliki salah satu dari kondisi di bawah ini, pastikan Anda mendapat advis kapan sebaiknya divaksinasi dari dokter Anda terlebih dahulu:<sup>1,2</sup></p>
<ul>
<li>Adanya penyakit radang/inflamasi jantung (miokarditis, perikarditis, endokarditis) dalam 6 bulan terakhir</li>
<li>Demam reumatik akut atau penyakit jantung reumatik</li>
<li>Kardiomiopati dilatasi pada usia kurang dari 30 tahun</li>
<li>Penyakit jantung kongenital</li>
<li>Gagal jantung berat</li>
<li>Penerima transplan jantung</li>
<li>Riwayat langsung pingsan setelah vaksinasi sebelumnya</li>
</ul>
<hr />
<h5><strong>Cara Pemberian Vaksin Moderna</strong></h5>
<p>Vaksin Moderna diberikan dengan cara suntikan di lengan atas sebanyak 2 kali, yang mana dosis kedua diberikan 4-6 minggu (sekitar 1 bulan) setelah dosis pertama.1,2</p>
<hr />
<h5><strong>Kontraindikasi Vaksin Moderna</strong></h5>
<p>Berikut beberapa hal yang menjadi kontraindikasi vaksin Moderna:<sup>1,2</sup></p>
<ul>
<li>Anafilaksis (reaksi alergi berat) terhadap vaksin COVID-19 jenis mRNA sebelumnya (misalnya: Pfizer, Moderna)</li>
<li>Anafilaksis terhadap komponen vaksin, termasuk polyethylene glycol (PEG)</li>
<li>Terjadinya miokarditis dan/atau perikarditis setelah menerima vaksin COVID-19 jenis mRNA sebelumnya (misalnya: Pfizer, Moderna)</li>
</ul>
<hr />
<h5><strong>Keuntungan Vaksin Moderna</strong></h5>
<p>Beberapa keuntungan vaksin Moderna antara lain:<sup>1,2</sup></p>
<ul>
<li>Pada penerima vaksin lengkap (2 dosis), efektivitas mencapai 94% untuk mencegah COVID-19 yang bergejala dibandingkan mereka yang tidak divaksin.</li>
<li>Vaksin ini ditemukan efektif pada lansia &gt;65 tahun (86%)</li>
<li>Proteksi mulai muncul sekitar 2 minggu setelah dosis pertama meski tidak berlangsung lama, sehingga tetap membutuhkan 2 dosis untuk proteksi optimal meskipun belum diketahui belum berapa lama proteksi ini bertahan.</li>
</ul>
<hr />
<h5><strong>Efek Samping Vaksin Moderna</strong></h5>
<table width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="border: 1px solid; padding: 10px;" width="40%">Frekuensi</td>
<td style="border: 1px solid; padding: 10px;" width="60%">Efek Samping<sup>1,2,5</sup></td>
</tr>
<tr>
<td style="border: 1px solid; padding: 10px;" width="40%">Cukup Sering</td>
<td style="border: 1px solid; padding: 10px;" width="60%">Nyeri/bengkak/kemerahan di area bekas suntikan, pembesaran kelenjar getah bening di lengan yang disuntik, sakit kepala, lemas, pegal-pegal, demam / meriang, nyeri sendi/otot (hilang dalam 1-2 hari)</td>
</tr>
<tr>
<td style="border: 1px solid; padding: 10px;" width="40%">Lebih jarang</td>
<td style="border: 1px solid; padding: 10px;" width="60%">Reaksi alergi tidak berat meliputi: ruam kulit, lepuhan kulit, gatal-gatal, bengkak*</td>
</tr>
<tr>
<td style="border: 1px solid; padding: 10px;" width="40%">Jarang</td>
<td style="border: 1px solid; padding: 10px;" width="60%">Radang/inflamasi jantung (miokarditis dan/atau perikarditis), umumnya gejala muncul beberapa hari setelah dosis ke-2 Moderna: nyeri dada, sesak nafas, berdebar-debar.*</td>
</tr>
<tr>
<td style="border: 1px solid; padding: 10px;" width="40%">Sangat jarang</td>
<td style="border: 1px solid; padding: 10px;" width="60%">Reaksi alergi berat (anafilaksis) umumnya muncul dalam beberapa menit sampai 1 jam setelah penyuntikan. Ditandai dengan: sesak nafas, bengkak pada wajah dan tenggorokan, berdebar-debar, ruam di sekujur tubuh, lemas**</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><em>Segera temui dokter bila Anda mengalami gejala* dan ke IGD bila mengalami reaksi alergi berat** setelah Anda meninggalkan area vaksinasi.</em></p>
<hr />
<h5><strong>Poin Penting Setelah Vaksin Moderna</strong></h5>
<p>Setelah menerima vaksin Moderna, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:<sup>1,2</sup></p>
<ul>
<li>Tidak ada vaksin yang 100% efektif, sehingga kita pun masih mungkin terkena COVID-19 setelah menerima vaksin Moderna</li>
<li>Belum diketahui berapa lama proteksi dari vaksin Moderna bertahan</li>
<li>Penting dicatat bahwa COVID-19 sekalipun ringan ataupun tanpa gejala, tetap bisa menular ke orang lain. Maka, kita tetap harus melakukan upaya pencegahan seperti: menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker, serta melakukan tes COVID-19 dan isolasi sesuai aturan pemerintah.</li>
</ul>
<hr />
<h5><strong>Referensi</strong></h5>
<ol>
<li>Australian Government. COVID-19 Vaccination: Information on Sppikevax (Moderna) COVID-19 Vaccine. Latest update: 7 Sept 2021. Available from: <a href="https://www.health.gov.au/sites/default/files/documents/2021/09/covid-19-vaccination-information-on-spikevax-moderna-covid-19-vaccine.pdf">https://www.health.gov.au/sites/default/files/documents/2021/09/covid-19-vaccination-information-on-spikevax-moderna-covid-19-vaccine.pdf</a>.</li>
<li>US Food and Drug Administration. Fact Sheet for Receipients and Caregivers Emergency Use Authorization (EUA) of the Moderna COVID-19 Vaccine to Prevent Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) in Indiviudals 18 Years of Age and Older. Latest update: 27 Aug 2021. Available from: <a href="https://www.fda.gov/media/144638/download">https://www.fda.gov/media/144638/download</a>.</li>
<li>US Food and Drug Administration. Moderna COVID-19 Vaccine. Latest update: 31 Aug 2021. Available from: <a href="https://www.fda.gov/emergency-preparedness-and-response/coronavirus-disease-2019-covid-19/moderna-covid-19-vaccine">https://www.fda.gov/emergency-preparedness-and-response/coronavirus-disease-2019-covid-19/moderna-covid-19-vaccine</a>.</li>
<li>Badan POM. Siaran Pers Tambah Pilihan Jenis Vaksin COVID-19 di Indonesia. Latest update: 7 September 2021. Available from: <a href="https://www.pom.go.id/new/view/more/pers/615/Badan-POM-Terbitkan-EUA-Moderna-COVID-19-Vaccine-Sebagai-Vaksin-Pertama-dari-Platform-mRNA.html">https://www.pom.go.id/new/view/more/pers/615/Badan-POM-Terbitkan-EUA-Moderna-COVID-19-Vaccine-Sebagai-Vaksin-Pertama-dari-Platform-mRNA.html</a>.</li>
<li>Centers for Disease Control and Prevention. Moderna. Latest update: 19 Aug 2021. Available from: <a href="https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/different-vaccines/Moderna.html">https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/different-vaccines/Moderna.html</a>.</li>
</ol>
<p><a class="btn btn-lg btn-primary" href="https://www.abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2021/09/flyer-vaksin-moderna.pdf">Unduh Flyer</a></p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/vaksin-covid-19-moderna/">Vaksin COVID-19 Moderna</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>COVID-19 : Apa Saja Yang Harus Kita Ketahui?</title>
		<link>https://abdiwaluyo.com/health-info/covid-19-what-do-we-have-to-know/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=covid-19-what-do-we-have-to-know</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor RS Abdi Waluyo]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2021 12:02:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips Sehat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.abdiwaluyo.com/uncategorized-id/covid-19-what-do-we-have-to-know/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ditulis oleh : &#160;dr. Alexandra Francesca Chandra, MRes SARS-COV-2 adalah coronavirus yang menyebabkan infeksi pernapasan COVID-19. Fakta 80% kasus umumnya bergejala ringan-sedang 15% kasus bergejala berat 5% kasus membutuhkan perawatan ICU (kritis) Kasus berat dan kematian meningkat pada orang dengan kondisi penyerta: Penyakit Jantung Diabetes mellitus Penyakit Paru Kronis Hipertensi Kanker Usia &#62;60 tahun Orang <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/covid-19-what-do-we-have-to-know/" class="more-link">...<span class="screen-reader-text">  COVID-19 : Apa Saja Yang Harus Kita Ketahui?</span></a></p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/covid-19-what-do-we-have-to-know/">COVID-19 : Apa Saja Yang Harus Kita Ketahui?</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><span style="font-size: 13px;"><em><strong>Ditulis oleh : &nbsp;dr. Alexandra Francesca Chandra, MRes</strong></em></span></h4>
<p>SARS-COV-2 adalah coronavirus yang menyebabkan infeksi pernapasan COVID-19.</p>
<hr>
<h5><strong>Fakta</strong></h5>
<p>80% kasus umumnya bergejala ringan-sedang<br />
15% kasus bergejala berat<br />
5% kasus membutuhkan perawatan ICU (kritis)</p>
<hr>
<p>Kasus berat dan kematian meningkat pada orang dengan kondisi penyerta:</p>
<ul>
<li>Penyakit Jantung</li>
<li>Diabetes mellitus</li>
<li>Penyakit Paru Kronis</li>
<li>Hipertensi</li>
<li>Kanker</li>
<li>Usia &gt;60 tahun</li>
</ul>
<p>Orang tua dan orang dengan imunitas rendah lebih rentan terinfeksi COVID-19.</p>
<hr>
<h5><strong>Gejala</strong></h5>
<p>Gejala infeksi saluran nafas bervariasi dari ringan-berat, seperti:</p>
<ul>
<li>Demam</li>
<li>Sesak nafas</li>
<li>Batuk</li>
<li>Nyeri tenggorokan</li>
</ul>
<hr>
<h5><strong>Cara Penularan</strong></h5>
<ul>
<li>Penularan dapat terjadi antar manusia</li>
<li>Melalui percikan saat batuk atau bersin (droplet)</li>
<li>Transmisi udara dimungkinkan dalam keadaan khusus (prosedur atau perawatan suportif) yang menghasilkan aerosol</li>
</ul>
<hr>
<h5><strong>Masa Inkubasi</strong></h5>
<p><strong>&nbsp;</strong>Rata-rata 5-6 hari, dengan rentang antara 1 dan 14 hari namun dapat mencapai 14 hari.</p>
<table width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="border: 1px solid; padding: 10px;" width="25%"><strong>Situasi</strong></td>
<td style="border: 1px solid; padding: 10px;" width="25%"><strong>Klasifikasi</strong></td>
<td style="border: 1px solid; padding: 10px;" width="25%"><strong>Apa yang Dilakukan</strong></td>
<td style="border: 1px solid; padding: 10px;" width="25%"><strong>Kriteria Pelepasan</strong></td>
</tr>
<tr>
<td style="border: 1px solid; padding: 10px;" width="25%">
<ul>
<li>Terpapar TANPA GEJALA</li>
<li>Riwayat kontak dengan pasien konfirmasi / probabel COVID-19</li>
</ul>
</td>
<td style="border: 1px solid; padding: 10px;" width="25%">KONTAK ERAT</td>
<td style="border: 1px solid; padding: 10px;" width="25%">
<ul>
<li>Karantina 14 hari</li>
<li>Dipantau petugas kesehatan via telekonsultasi</li>
</ul>
</td>
<td style="border: 1px solid; padding: 10px;" width="25%">
<ul>
<li>&nbsp;Sesudah 14 hari karantina tanpa gejala</li>
<li>Gejala timbul, diperlakukan sebagai SUSPEK</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border: 1px solid; padding: 10px;" width="25%">
<ul>
<li>Terpapar DENGAN GEJALA</li>
<li>Gejala timbul selama karantina</li>
</ul>
</td>
<td style="border: 1px solid; padding: 10px;" rowspan="2" width="25%">SUSPEK</td>
<td style="border: 1px solid; padding: 10px;" rowspan="2" width="25%">
<ul>
<li>Berobat ke dokter</li>
<li>RT-PCR hari ke-1 dan hari ke-2 gejala</li>
<li>Isolasi mandiri selama menunggu hasil PCR</li>
<li>Pemantauan oleh petugas kesehatan secara rawat jalan</li>
</ul>
</td>
<td style="border: 1px solid; padding: 10px;" rowspan="2" width="25%">
<ul>
<li>RT-PCR 2x negatif selama 2 hari berturut-turut selang 24 jam</li>
<li>Bila hasil positif, maka menjadi kasus KONFIRMASI</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border: 1px solid; padding: 10px;" width="25%">&nbsp;Gejala seperti flu ringan-berat</td>
</tr>
<tr>
<td style="border: 1px solid; padding: 10px;" width="25%">
<ul>
<li>Gejala seperti flu berat / sesak</li>
<li>Klinis menyerupai COVID-19</li>
<li>Menunggu hasil RT-PCR</li>
</ul>
</td>
<td style="border: 1px solid; padding: 10px;" width="25%">
<ul>
<li>PROBABEL</li>
</ul>
</td>
<td style="border: 1px solid; padding: 10px;" width="25%">
<ul>
<li>&nbsp;Isolasi mandiri</li>
<li>Pemeriksaan laboratorium dan foto rontgen dada</li>
<li>Keluarga serumah diperlakukan sebagai KONTAK ERAT</li>
</ul>
</td>
<td style="border: 1px solid; padding: 10px;" width="25%">
<ul>
<li>RT-PCR 2x negatif selama 2 hari berturut-turut selang 24 jam</li>
<li>Bila hasil positif, maka menjadi kasus KONFIRMASI</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border: 1px solid; padding: 10px;" width="25%">RT-PCR Positif</td>
<td style="border: 1px solid; padding: 10px;" width="25%">KONFIRMASI</td>
<td style="border: 1px solid; padding: 10px;" width="25%">
<ul>
<li>Berobat ke dokter</li>
<li>Isolasi mandiri</li>
<li>Pemeriksaan laboratorium, foto rontgen dada dan pemeriksaan lain sesuai indikasi</li>
<li>Keluarga serumah diperlakukan sebagai KONTAK ERAT</li>
<li>Rawat di RS Rujukan bila gejala berat sesuai arahan dokter</li>
</ul>
</td>
<td style="border: 1px solid; padding: 10px;" width="25%"><strong>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </strong><strong>Tanpa gejala</strong></p>
<ul>
<li>Isolasi mandiri 10 hari setelah hasil RT_PCR positif</li>
<li>Tidak perlu RT-PCR ulang setelah isolasi selesai</li>
</ul>
<p><strong>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </strong><strong>Gejala ringan-sedang</strong></p>
<ul>
<li>10 hari isolasi + 3 hari tanpa gejala</li>
<li>Tidak perlu RT-PCR ulang setelah isolasi selesai</li>
</ul>
<p><strong>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </strong><strong>Gejala berat</strong></p>
<p>Rawat di RS, setelah 10 hari RT-PCR negatif DAN min. 3 hari tanpa gejala</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<hr>
<h5><strong>Bagaimana pencegahannya?</strong></h5>
<ul>
<li>Selalu menggunakan masker setiap kali keluar rumah</li>
<li>Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air</li>
<li>Selalu menjaga jarak aman 2 meter</li>
<li>Tidak bepergian bila tidak diperlukan</li>
<li>Hindari kerumunan</li>
<li>Perilaku hidup sehat, istirahat cukup, gizi seimbang, olahraga ringan, dan berjemur matahari</li>
</ul>
<hr>
<h5><strong>Referensi:</strong></h5>
<ol>
<li>Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19) Revisi ke-5. <a href="http://covid19.go.id/p/protokol/pedoman-pencegahan-dan-pengendalian-coronavirus-disease-covid-19-revisi-ke-5">http://covid19.go.id/p/protokol/pedoman-pencegahan-dan-pengendalian-coronavirus-disease-covid-19-revisi-ke-5</a></li>
<li>Protokol Tatalaksana COVID-19. Kementerian Kesehatan. Agustus 2020.</li>
</ol>
<hr>
<p>&nbsp;</p>
<p><a class="btn btn-lg btn-primary" href="https://www.abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2021/09/Flyer-Covid-new.pdf">Unduh Informasi</a></p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/covid-19-what-do-we-have-to-know/">COVID-19 : Apa Saja Yang Harus Kita Ketahui?</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Panduan Karantina di Rumah</title>
		<link>https://abdiwaluyo.com/health-info/panduan-karantina-di-rumah/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=panduan-karantina-di-rumah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor RS Abdi Waluyo]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2021 02:42:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips Sehat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.abdiwaluyo.com/uncategorized-id/home-quarantine-instructions/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Isolasi diri selama 14 hari. Tinggal di kamar dengan ventilasi yang baik. Tidak boleh ditemani siapapun. Ukur suhu tubuh setidaknya 3x sehari (misalnya pk 07, 12, dan 19) Semua anggota keluarga serumah harus tinggal di kamar terpisah. Jika tidak memungkinkan, jaga jarak setidaknya satu (1) meter dari pasien (misalnya tidur di ranjang terpisah). Hindari menggunakan <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/panduan-karantina-di-rumah/" class="more-link">...<span class="screen-reader-text">  Panduan Karantina di Rumah</span></a></p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/panduan-karantina-di-rumah/">Panduan Karantina di Rumah</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li>Isolasi diri selama 14 hari.</li>
<li>Tinggal di kamar dengan ventilasi yang baik. Tidak boleh ditemani siapapun.</li>
<li>Ukur suhu tubuh setidaknya 3x sehari (misalnya pk 07, 12, dan 19)</li>
<li>Semua anggota keluarga serumah harus tinggal di kamar terpisah. Jika tidak memungkinkan, jaga jarak setidaknya satu (1) meter dari pasien (misalnya tidur di ranjang terpisah).</li>
<li>Hindari menggunakan kamar mandi ataupun area ruangan lainnya yang juga pasien gunakan. Buka jendela untuk menjaga ventilasi rumah tetap baik.</li>
</ol>
<ul>
<li style="list-style-type: none;">
<ul>
<li>Masker wajah harus selalu dipasang rapat terutama bila berada di ruangan yang sama dengan pasien</li>
<li>Jangan menyentuh masker bila digunakan. Ganti masker segera bila basah atau kotor akibat sekresi. Buang masker sehabis dipakai dan segera cuci tangan.</li>
<li>Cuci tangan segera setelah terpapar pasien.</li>
<li>Cuci tangan dengan sabun dan air, atau dengan pembersih berbasis alkohol.</li>
<li>Perhatikan keamanan (misalnya konsumsi tanpa disengaja dan bahaya kebakaran) saat menggunakan pembersih berbasis alkohol untuk penggunaan rumah tangga.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ol start="6">
<li>Keringkan tangan dengan tisu sekali pakai setelah dicuci. Jika tisu tidak tersedia, gunakan handuk khusus dan ganti setelah handuk basah atau kotor.</li>
<li>Selalu praktikkan etika batuk dan bersin yang benar.</li>
</ol>
<ul>
<li style="list-style-type: none;">
<ul>
<li>Tutupi mulut dan hidung selama batuk atau bersin masker medis, masker kain, tisu atau siku, dilanjutkan dengan cuci tangan yang benar.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ol start="8">
<li>Buang sarung tangan, tisu, dan masker yang sudah dipakai, serta limbah lainnya dengan benar.</li>
<li>Jangan berbagi alat-alat rumah tangga. Hindari kemungkinan paparan lain dengan pasien atau benda-benda terkontaminasi di lingkungan sekitar pasien.</li>
</ol>
<ul>
<li style="list-style-type: none;">
<ul>
<li>Jangan berbagi peralatan makan, piring, gelas, cangkir, handuk, sprei, barang-barang kebersihan pribadi ataupun barang-barang lainnya dengan orang serumah</li>
<li>Sediakan pasien piring dan peralatan makan sekali pakai sehingga bisa dibuang setelah digunakan.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ol start="10">
<li>Bersihkan dan disinfeksi permukaan dengan disinfektan rumah tangga.</li>
<li>Pakaian, handuk, dan sprei pasien harus dicuci terpisah â€“ minimal seminggu sekali dengan deterjen dan air biasa, atau mesin cuci pada 60â€“90 Â°C, lalu keringkan dengan baik.
<ul>
<li>Taruh sprei yang terkontaminasi ke kantung cucian</li>
<li>Jangan kebaskan cucian yang kotor dan hindari kontak langsung antara bahan terkontaminasi dengan kulit</li>
</ul>
</li>
<li>Gunakan sarung tangan sekali pakai dan pakaian pelindung (misal celemek plastik) saat membersihkan pakaian atau sprei yang kotor terkena cairan tubuh. Cuci tangan sebelum dan sesudah melepas sarung tangan.</li>
<li>Semua orang yang bergejala harus tetap di rumah sampai gejalanya hilang didasarkan pada temuan klinis dan/atau laboratorium. Hasil pemeriksaan COVID-19 akan disampaikan oleh laboratorium RS Abdi Waluyo via whatsapp atau email.</li>
<li>Semua anggota serumah harus dianggap sebagai orang dalam pengawasan dan kesehatannya harus dipantau.</li>
<li>Segera hubungi dokter jika ada anggota serumah yang mengalami gejala seperti demam, batuk, nyeri tenggorokan, dan sesak napas.</li>
<li>Selalu ikuti petunjuk dari dokter Anda.</li>
</ol>
<p><a class="btn btn-lg btn-primary" href="https://www.abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2021/09/Panduan-Karantina-di-Rumah.pdf">Unduh PDF</a></p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/panduan-karantina-di-rumah/">Panduan Karantina di Rumah</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>STENOSIS TULANG BELAKANG</title>
		<link>https://abdiwaluyo.com/health-info/lumbar-spinal-stenosis/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=lumbar-spinal-stenosis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor RS Abdi Waluyo]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2020 06:40:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips Sehat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.abdiwaluyo.com/uncategorized-id/lumbar-spinal-stenosis/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penyempitan kanal tulang belakang mengakibatkan penekanan serabut saraf yang menjalar melalui punggung bawah ke kedua tungkai. Meskipun bisa terjadi pada pasien yang berusia muda, akibat masalah tumbuh kembang, stenosis lumbal lebih sering terjadi akibat kondisi degeneratif umumnya pada orang berusia 60 tahun ke atas. Penyempitan kanal tulang belakang umumnya terjadi secara perlahan, bisa bertahun-tahun atau <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/lumbar-spinal-stenosis/" class="more-link">...<span class="screen-reader-text">  STENOSIS TULANG BELAKANG</span></a></p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/lumbar-spinal-stenosis/">STENOSIS TULANG BELAKANG</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penyempitan kanal tulang belakang mengakibatkan penekanan serabut saraf yang menjalar melalui punggung bawah ke kedua tungkai. Meskipun bisa terjadi pada pasien yang berusia muda, akibat masalah tumbuh kembang, stenosis lumbal lebih sering terjadi akibat kondisi degeneratif umumnya pada orang berusia 60 tahun ke atas.</p>
<p>Penyempitan kanal tulang belakang umumnya terjadi secara perlahan, bisa bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun. Diskus (bantalan) yang terdapat pada setiap celah antar tulang belakang, kehilangan konsistensinya akibat penuaan, mengakibatkan penipisan, dan bisa menyebabkan penonjolan ke kanal tulang belakang. <em>Spur</em> (penonjolan) tulang dan penebalan ligamen juga dapat terjadi. Semua hal ini dapat menyebabkan penyempitan kanal tulang belakang, baik bergejala ataupun tidak.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="img-fluid aligncenter wp-image-3480" src="https://www.abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2020/06/sakit-pinggang.jpg" alt="" width="1024" height="316" srcset="https://abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2020/06/sakit-pinggang.jpg 612w, https://abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2020/06/sakit-pinggang-250x77.jpg 250w, https://abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2020/06/sakit-pinggang-120x37.jpg 120w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<p><span style="color: #99cc00;"><strong>PENYEBAB:</strong></span></p>
<p>Stenosis tulang belakang terjadi apabila penonjolan diskus, <em>spur </em>tulang, dan penebalan jaringan bersama-sama â€œmenekanâ€ saraf yang berjalan melalui kanal tulang belakang.</p>
<p><span style="color: #99cc00;"><strong>GEJALA:</strong></span></p>
<ul>
<li>Mati rasa atau kesemutan di salah satu tungkai atau kaki</li>
<li>Kelemahan di salah satu tungkai atau kaki</li>
<li>Nyeri atau keram di salah satu atau kedua tungkai, terutama bila berdiri dalam waktu lama, berjalan, dan biasanya berkurang ketika duduk</li>
<li>Nyeri punggung</li>
</ul>
<p><span style="color: #99cc00;"><strong>DIAGNOSIS</strong></span></p>
<p>Diagnosis ditegakkan oleh spesialis syaraf atau bedah syaraf berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan hasil pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang pencitraan yang dapat dilakukan, yaitu:</p>
<ul>
<li>X-ray</li>
<li>CT Scan</li>
<li>MRI</li>
</ul>
<p><span style="color: #99cc00;"><strong>PILIHAN PERAWATAN:</strong></span></p>
<p><span style="color: #99cc00;"><strong><u>Perawatan konservatif</u></strong></span></p>
<p>Gabungan dari obat-obatan, menjaga postur tubuh, peregangan, dan latihan umumnya bermanfaat untuk mengatasi apabila nyeri pasien kambuh. Menjaga berat badan, berhenti merokok, dan upaya penguatan tulang juga bisa dilakukan.</p>
<p><span style="color: #99cc00;"><strong><u>Dekompresi Lumbal secara Invasif Minimal (Laminektomi)</u></strong></span></p>
<p>Dilakukan menggunakan alat khusus masuk melalui celah kecil menuju tulang belakang. Dengan panduan X-ray dan kontras yang diinjeksikan, spesialis bedah dapat memotong dan mengambil sebagian kecil tulang dan ligamen untuk memperluas kanal tulang belakang guna mengurangi penekanan pada saraf.</p>
<p><span style="color: #99cc00;"><strong><u>Operasi Terbuka Tulang Belakang</u></strong></span></p>
<p>Tujuan operasi stenosis tulang belakang adalah untuk dekompresi kanal tulang belakang secara permanen.</p>
<p>Meskipun dapat menghilangkan penekanan pada saraf tulang belakang, tindakan pembedahan dan anestesi berisiko pada pasien yang lebih tua. Prosedur yang paling sering dilakukan adalah <strong>Laminektomi Dekompresi, </strong>di mana lamina (â€œatapâ€) dari tulang belakang diambil untuk memperluas kanal tulang belakang.</p>
<p><span style="color: #99cc00;"><strong>Apa saja risiko pembedahan pada stenosis tulang belakang?</strong></span></p>
<p>Risiko pembedahan stenosis tulang belakang meliputi cedera pada saraf, infeksi, pendarahan, dan kekakuan.</p>
<p><span style="color: #99cc00;"><strong>ApaÂ </strong><strong>yangÂ </strong><strong>terjadi setelah pembedahan tulang belakang?</strong></span></p>
<p>Nyeri dapat bertahan beberapa hari setelah pembedahan, sehingga diperlukan obat-obatan anti nyeri dan anti-inflamasi non steroid (NSAIDs) untuk mengurangi pembengkakan. Akan tetapi, dokter Anda mungkin juga akan menganjurkan untuk latihan ringan segera setelah pembedahan untuk mencegah kekakuan punggung dan mempercepat penyembuhan.</p>
<p><a class="btn btn-md btn-success" href="https://www.abdiwaluyo.com/wp-content/uploads/2020/06/Lumbar-Stenosis.pdf"><i class="fas fa-download"></i> Download Flyer</a></p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/lumbar-spinal-stenosis/">STENOSIS TULANG BELAKANG</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>RS Abdiwaluyo &#8211; Covid Attitude</title>
		<link>https://abdiwaluyo.com/health-info/rs-abdiwaluyo-covid-attitude/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=rs-abdiwaluyo-covid-attitude</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor RS Abdi Waluyo]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2020 06:30:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips Sehat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.abdiwaluyo.com/uncategorized-id/rs-abdiwaluyo-covid-attitude/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Corona Covid-19 saat ini telah menjadi isu global. Rumah Sakit Abdi Waluyo pada kesempatan kali ini memberikan informasi terkait COVID-19. Video ini akan menunjukan sikap yang tepat untuk mengurangi resiko paparan Covid 19.</p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/rs-abdiwaluyo-covid-attitude/">RS Abdiwaluyo &#8211; Covid Attitude</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Corona Covid-19 saat ini telah menjadi isu global. Rumah Sakit Abdi Waluyo pada kesempatan kali ini memberikan informasi terkait COVID-19.</p>
<p>Video ini akan menunjukan sikap yang tepat untuk mengurangi resiko paparan Covid 19.</p>
<hr />
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9">
<p><iframe loading="lazy" width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/Nu8AsUfCWMw" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></p>
</div>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/rs-abdiwaluyo-covid-attitude/">RS Abdiwaluyo &#8211; Covid Attitude</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>RS Abdi Waluyo &#8211; Corona Virus ( COVID-19 )</title>
		<link>https://abdiwaluyo.com/health-info/rs-abdi-waluyo-corona-virus-covid-19/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=rs-abdi-waluyo-corona-virus-covid-19</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor RS Abdi Waluyo]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2020 13:02:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips Sehat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.abdiwaluyo.com/uncategorized-id/rs-abdi-waluyo-corona-virus-covid-19/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Corona Covid-19 saat ini telah menjadi isu global. Rumah Sakit Abdi Waluyo pada kesempatan kali ini memberikan informasi terkait COVID-19. Tetaplah jaga diri Anda dan perbaharui pengetahuan Anda mengenai COVID-19 dengan mengikuti Video berikut dari Spesialis Penyakit Infeksi Rumah Sakit Abdi Waluyo Dr.dr. Erni Juwita Nelwan, Sp.PD, KPTI.</p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/rs-abdi-waluyo-corona-virus-covid-19/">RS Abdi Waluyo &#8211; Corona Virus ( COVID-19 )</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Corona Covid-19 saat ini telah menjadi isu global. Rumah Sakit Abdi Waluyo pada kesempatan kali ini memberikan informasi terkait COVID-19.</p>
<p>Tetaplah jaga diri Anda dan perbaharui pengetahuan Anda mengenai COVID-19 dengan mengikuti Video berikut dari Spesialis Penyakit Infeksi Rumah Sakit Abdi Waluyo Dr.dr. Erni Juwita Nelwan, Sp.PD, KPTI.</p>
<hr />
<div class="embed-responsive embed-responsive-16by9">
<p><iframe loading="lazy" width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/Ec1_ldf1oI8" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></p>
</div>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/rs-abdi-waluyo-corona-virus-covid-19/">RS Abdi Waluyo &#8211; Corona Virus ( COVID-19 )</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jaga kesehatan jantung Anda</title>
		<link>https://abdiwaluyo.com/health-info/keep-your-heart-healthy/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=keep-your-heart-healthy</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor RS Abdi Waluyo]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Feb 2020 20:56:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips Sehat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.abdiwaluyo.com/uncategorized-id/keep-your-heart-healthy/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cara terbaik merawat jantung Anda adalah dengan gaya hidup sehat. Bebas-rokok Bebas asap rokok adalah salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk melindungi jantung Anda. Baca lebih lanjut tentang merokok Kelola kolesterol darah Anda Kolesterol adalah zat berlemak yang dibawa dalam darah Anda. Tubuh Anda membutuhkan kolesterol untuk menjadi sehat, tetapi ketidakseimbangan kolesterol <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/keep-your-heart-healthy/" class="more-link">...<span class="screen-reader-text">  Jaga kesehatan jantung Anda</span></a></p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/keep-your-heart-healthy/">Jaga kesehatan jantung Anda</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Cara terbaik merawat jantung Anda adalah dengan gaya hidup sehat.</p>
<p><strong>Bebas-rokok</strong><br />
Bebas asap rokok adalah salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk melindungi jantung Anda. Baca lebih lanjut tentang merokok</p>
<p><strong>Kelola kolesterol darah Anda</strong><br />
Kolesterol adalah zat berlemak yang dibawa dalam darah Anda. Tubuh Anda membutuhkan kolesterol untuk menjadi sehat, tetapi ketidakseimbangan kolesterol dalam darah Anda dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke. Cari tahu lebih lanjut tentang kolesterol darah dan cara mengelolanya</p>
<p><strong>Kelola tekanan darah Anda</strong><br />
Tekanan darah biasanya bukan sesuatu yang bisa Anda rasakan. Jika terlalu tinggi, perlu dirawat. Baca tentang tekanan darah dan apa yang dapat Anda lakukan untuk mengendalikan tekanan darah tinggi</p>
<p><strong>Kelola diabetes</strong><br />
Penting untuk mengelola diabetes Anda untuk membantu mencegah serangan jantung atau stroke. Untuk informasi tentang mengelola diabetes, kunjungi situs web Diabetes Australia.</p>
<p><strong>Aktif secara fisik</strong><br />
Aktivitas fisik yang teratur dan sedang sangat bagus untuk kesehatan jantung Anda. Tidak ada kata terlambat untuk memulai dan mendapatkan manfaatnya. Penting juga untuk tidak banyak duduk di siang hari dan memecah waktu duduk Anda. Cari tahu apa yang dapat Anda lakukan untuk menjadi aktif dan kurang duduk</p>
<p><strong>Raih dan pertahankan berat badan yang sehat</strong><br />
Mempertahankan berat badan yang sehat dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya. Dapat membantu untuk mengetahui indeks massa tubuh dan ukuran pinggang Anda dan apa artinya ini. Mencari tahu bagaimana</p>
<p><strong>Nikmati berbagai makanan bergizi</strong><br />
Mengkonsumsi beragam makanan sehat dapat membantu menurunkan berat badan, tekanan darah, dan kolesterol Anda. Cari tahu lebih lanjut tentang makan sehat</p>
<p>Ada juga perubahan spesifik yang dapat Anda lakukan pada diet Anda untuk membantu mencegah penyakit jantung:</p>
<ul>
<li>Makan lebih sedikit garam: Mengurangi asupan garam baik untuk tekanan darah Anda. Baca tentang garam dalam diet Anda dan cara menguranginya</li>
<li>Ganti lemak tidak sehat dengan lemak sehat: Mengganti lemak jenuh dan lemak trans dengan lemak tak jenuh dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Gagasan mudah untuk beralih</li>
<li>Batasi alkohol: Baca tentang rekomendasi alkohol dan tip untuk mengurangi pada halaman minuman kami.</li>
</ul>
<p><strong>Jaga kesehatan mental Anda</strong><br />
Kita tahu bahwa ada risiko penyakit jantung yang lebih besar bagi orang yang mengalami depresi, terisolasi secara sosial atau tidak memiliki dukungan sosial yang baik. Memiliki kehidupan sosial yang baik dengan keluarga dan teman dapat membantu.</p>
<p>Depresi lebih dari perasaan sedih atau rendah. Jika Anda merasa depresi selama lebih dari dua minggu, bicarakan dengan dokter Anda, anggota keluarga atau seseorang yang Anda kenal baik.</p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/keep-your-heart-healthy/">Jaga kesehatan jantung Anda</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kiat Kesehatan untuk Hidup Sehat</title>
		<link>https://abdiwaluyo.com/health-info/kiat-kesehatan-untuk-hidup-sehat/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kiat-kesehatan-untuk-hidup-sehat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor RS Abdi Waluyo]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jan 2020 20:20:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips Sehat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.abdiwaluyo.com/uncategorized-id/health-tips-for-healthy-living/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apa itu hidup sehat? Hidup sehat melibatkan lebih dari kesehatan fisik, tetapi juga mencakup kesehatan mental dan emosional. Hidup sehat melibatkan lebih dari kesehatan fisik, tetapi juga mencakup kesehatan mental dan emosional. Artikel ini dirancang untuk memberikan tips kepada pembaca tentang bagaimana mereka dapat meningkatkan atau menambah tindakan dalam hidup mereka untuk memiliki gaya hidup <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/kiat-kesehatan-untuk-hidup-sehat/" class="more-link">...<span class="screen-reader-text">  Kiat Kesehatan untuk Hidup Sehat</span></a></p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/kiat-kesehatan-untuk-hidup-sehat/">Kiat Kesehatan untuk Hidup Sehat</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3>Apa itu hidup sehat?</h3>
<p>Hidup sehat melibatkan lebih dari kesehatan fisik, tetapi juga mencakup kesehatan mental dan emosional.<br />
Hidup sehat melibatkan lebih dari kesehatan fisik, tetapi juga mencakup kesehatan mental dan emosional.<br />
Artikel ini dirancang untuk memberikan tips kepada pembaca tentang bagaimana mereka dapat meningkatkan atau menambah tindakan dalam hidup mereka untuk memiliki gaya hidup sehat; itu tidak dimaksudkan untuk mencakup semua tetapi akan mencakup komponen utama yang dianggap sebagai bagian dari gaya hidup yang mengarah pada kesehatan yang baik. Selain tips tentang apa yang harus dilakukan orang untuk hidup sehat, artikel itu akan menyebutkan beberapa tips tentang menghindari tindakan (donat) yang mengarah pada kehidupan yang tidak sehat.</p>
<p>&#8220;Hidup sehat&#8221; bagi kebanyakan orang berarti kesehatan fisik dan mental seimbang atau berfungsi bersama dengan baik dalam diri seseorang. Dalam banyak kasus, kesehatan fisik dan mental terkait erat, sehingga perubahan (baik atau buruk) di satu secara langsung mempengaruhi yang lain. Akibatnya, beberapa tips akan mencakup saran untuk &#8220;hidup sehat&#8221; emosional dan mental.</p>
<h3>Makan sehat (diet dan nutrisi)</h3>
<p>Semua manusia harus makan makanan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh yang sehat, tetapi kita manusia memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda seperti bayi, anak-anak (remaja), remaja, dewasa muda, dewasa, dan manula. Misalnya, bayi mungkin perlu menyusu setiap 4 jam sampai mereka berangsur-angsur bertambah dan mulai mengonsumsi makanan yang lebih padat. Akhirnya mereka berkembang menjadi pola makan yang lebih normal tiga kali sehari sebagai anak kecil. Namun, seperti yang diketahui kebanyakan orang tua, anak-anak, remaja, dan dewasa muda sering mengemil di antara waktu makan. Ngemil sering tidak terbatas pada kelompok umur ini karena orang dewasa dan manula sering melakukan hal yang sama.</p>
<p><strong>Kiat:</strong></p>
<ul>
<li>Makan tiga makanan sehat sehari (sarapan, makan siang, dan makan malam); Penting untuk diingat bahwa makan malam tidak harus menjadi makanan terbesar.</li>
<li>Sebagian besar konsumsi makanan harus terdiri dari makanan sehat, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan produk susu bebas lemak atau rendah lemak.</li>
<li>Masukkan daging tanpa lemak, unggas, ikan, kacang-kacangan, telur, dan kacang-kacangan (dengan penekanan pada kacang-kacangan dan kacang-kacangan) ke dalam diet sehat.</li>
<li>Pilih makanan yang rendah lemak jenuh, lemak trans, kolesterol, garam (natrium), dan gula tambahan; lihat label karena item yang terdaftar pertama pada label terdiri dari konsentrasi bahan tertinggi.</li>
<li>Mengontrol ukuran porsi; makanlah bagian terkecil yang bisa memuaskan rasa lapar dan kemudian berhenti makan.</li>
<li>Makanan ringan yang sehat tidak apa-apa dan harus terdiri dari buah-buahan, biji-bijian, atau kacang-kacangan untuk memuaskan rasa lapar dan tidak menyebabkan penambahan berat badan yang berlebihan.</li>
<li>Hindari soda dan minuman yang ditambah gula karena kalori yang berlebihan dalam soda dan minuman gula; minuman diet mungkin bukan pilihan yang baik karena membuat sebagian orang lebih lapar dan meningkatkan konsumsi makanan.</li>
<li>Hindari makan besar sebelum tidur untuk mengurangi refluks gastroesofagus dan penambahan berat badan.</li>
<li>Jika seseorang marah atau tertekan, makan tidak akan menyelesaikan situasi ini dan dapat memperburuk masalah yang mendasarinya.</li>
<li>Hindari memberi hadiah kepada anak-anak dengan camilan manis; pola seperti itu bisa menjadi kebiasaan seumur hidup bagi orang-orang.</li>
<li>Hindari makanan berat di bulan-bulan musim panas, terutama selama hari-hari panas.</li>
<li>Gaya hidup vegetarian telah dipromosikan untuk gaya hidup sehat dan penurunan berat badan; vegetarian harus memeriksa dengan dokter mereka untuk memastikan mereka mendapatkan cukup vitamin, mineral, dan zat besi dalam makanan mereka.</li>
<li>Memasak makanan (di atas 165 F) menghancurkan sebagian besar bakteri berbahaya dan patogen lainnya; jika Anda memilih untuk makan makanan mentah seperti buah-buahan atau sayuran, makanan tersebut harus dicuci secara menyeluruh dengan air ledeng (aman untuk diminum) tepat sebelum makan.</li>
<li>Hindari makan daging mentah atau setengah matang dari jenis apa pun.</li>
</ul>
<p><strong>Kiat untuk situasi khusus:</strong></p>
<ul>
<li>Penderita diabetes harus menggunakan tips di atas dan memantau kadar glukosa mereka sesuai petunjuk; cobalah untuk menjaga kadar glukosa darah harian sedekat mungkin dengan normal.</li>
<li>Orang-orang dengan jadwal kerja yang tidak biasa (shift malam, mahasiswa, militer) harus mencoba mematuhi sarapan, makan siang, dan rutin makan malam dengan camilan yang minimal.</li>
<li>Orang yang menyiapkan makanan harus menghindari penggunaan minyak atau makanan yang digoreng dalam minyak.</li>
<li>Orang yang mencoba menurunkan berat badan (lemak tubuh) harus menghindari semua makanan berlemak dan bergula dan makan terutama sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan dan secara nyata mengurangi asupan daging dan produk susu.</li>
<li>Cari saran medis sejak dini jika Anda tidak dapat mengontrol berat badan, asupan makanan, atau jika Anda memiliki diabetes dan tidak dapat mengontrol kadar glukosa darah Anda.</li>
</ul>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/health-info/kiat-kesehatan-untuk-hidup-sehat/">Kiat Kesehatan untuk Hidup Sehat</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pusat Kesehatan Jantung</title>
		<link>https://abdiwaluyo.com/uncategorized-id/heart-center/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=heart-center</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor RS Abdi Waluyo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 May 2018 15:34:28 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">http://192.168.0.101/rsaw2018/?p=2077</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di Pusat Kesehatan Jantung R.S Abdi Waluyo, teknologi canggih dan keahlian medis menjadi satu untuk menyediakan kepada pasien program komprehensif untuk perawatan lanjut penyakit jantung maupun gangguan pembuluh darah, semua tersedia di satu lokasi yang nyaman. Pelajari</p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/uncategorized-id/heart-center/">Pusat Kesehatan Jantung</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Di Pusat Kesehatan Jantung R.S Abdi Waluyo, teknologi canggih dan keahlian medis menjadi satu untuk menyediakan kepada pasien program komprehensif untuk perawatan lanjut penyakit jantung maupun gangguan pembuluh darah, semua tersedia di satu lokasi yang nyaman.</p>
<p><a class="btn btn-sm btn-default" href="http://abdiwaluyo.com/id/pusat-keahlian-medis/heart-center/"><span class="glyphicon glyphicon-plus" style="color:#ff9200"></span> Pelajari</a></p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/uncategorized-id/heart-center/">Pusat Kesehatan Jantung</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pusat Kesehatan Otak</title>
		<link>https://abdiwaluyo.com/uncategorized-id/brain-center/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=brain-center</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor RS Abdi Waluyo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 May 2018 14:46:39 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">http://192.168.0.101/rsaw2018/?p=2080</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pusat Kesehatan Otak RSAW memberikan peerawatan pada gangguan sistem saraf. Termasuk penyakit otak, sumsum tulang belakang, saraf, dan otot seperti stroke, epilepsi (kejang), sakit kepala, penyakit Alzheimer, multiple sclerosis, penyakit Parkinson, dan berbagai penyakit lainnya. Pelajari</p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/uncategorized-id/brain-center/">Pusat Kesehatan Otak</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pusat Kesehatan Otak RSAW memberikan peerawatan pada gangguan sistem saraf. Termasuk penyakit otak, sumsum tulang belakang, saraf, dan otot seperti stroke, epilepsi (kejang), sakit kepala, penyakit Alzheimer, multiple sclerosis, penyakit Parkinson, dan berbagai penyakit lainnya.</p>
<p><a class="btn btn-sm btn-default" href="http://abdiwaluyo.com/id/pusat-keahlian-medis/brain-center/"> <span class="glyphicon glyphicon-plus" style="color:#ff9200"></span> Pelajari</a></p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/uncategorized-id/brain-center/">Pusat Kesehatan Otak</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Program Pemeriksaan Kesehatan Perempuan</title>
		<link>https://abdiwaluyo.com/uncategorized-id/womens-wellness-check-up-program/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=womens-wellness-check-up-program</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor RS Abdi Waluyo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 May 2018 13:47:16 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">http://192.168.0.101/rsaw2018/?p=2083</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sudah diketahui dengan baik bahwa obat-obatan pencegahan mengarah pada kesehatan yang lebih baik dan mengurangi biaya medis jangka panjang dan kesehatan yang lebih baik. Jadi sudah waktunya bagi wanita untuk mengenali pentingnya pemeriksaan rutin. Pelajari</p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/uncategorized-id/womens-wellness-check-up-program/">Program Pemeriksaan Kesehatan Perempuan</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah diketahui dengan baik bahwa obat-obatan pencegahan mengarah pada kesehatan yang lebih baik dan mengurangi biaya medis jangka panjang dan kesehatan yang lebih baik. Jadi sudah waktunya bagi wanita untuk mengenali pentingnya pemeriksaan rutin.</p>
<p><a class="btn btn-sm btn-default" href="http://abdiwaluyo.com/id/program-layanan/womens-wellness-check-up-program/"><span class="glyphicon glyphicon-plus" style="color:#ff9200"></span> Pelajari</a></p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/uncategorized-id/womens-wellness-check-up-program/">Program Pemeriksaan Kesehatan Perempuan</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Teknologi Medis Tingkat Lanjut</title>
		<link>https://abdiwaluyo.com/uncategorized-id/advanced-medical-technologies/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=advanced-medical-technologies</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor RS Abdi Waluyo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 May 2018 12:47:21 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">http://192.168.0.101/rsaw2018/?p=2084</guid>

					<description><![CDATA[<p>Satu lagi kebanggaan Rumah Sakit Waluyo adalah mesin radiasi tanpa risiko menggunakan pencitraan paparan resonansi magnetik, GE MRI 3 Tesla. Hal ini mencerminkan komitmen kami untuk terus menerapkan teknologi mutakhir untuk meningkatkan kualitas perawatan bagi pasien kami. Pelajari</p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/uncategorized-id/advanced-medical-technologies/">Teknologi Medis Tingkat Lanjut</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>
Satu lagi kebanggaan Rumah Sakit Waluyo adalah mesin radiasi tanpa risiko menggunakan pencitraan paparan resonansi magnetik, GE MRI 3 Tesla. Hal ini mencerminkan komitmen kami untuk terus menerapkan teknologi mutakhir untuk meningkatkan kualitas perawatan bagi pasien kami.
</p>
<p><a href="http://abdiwaluyo.com/id/teknologi-medis-tinggat-lanjut/" class="btn btn-sm btn-default"><span class="glyphicon glyphicon-plus" style="color:#ff9200"></span> Pelajari</a></p>
<p>The post <a href="https://abdiwaluyo.com/uncategorized-id/advanced-medical-technologies/">Teknologi Medis Tingkat Lanjut</a> appeared first on <a href="https://abdiwaluyo.com">Abdi Waluyo Hospital</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
