Gastroskopi (Endoskopi Saluran Cerna Atas) - Abdi Waluyo Hospital
Juli 20, 2026

Gastroskopi (Endoskopi Saluran Cerna Atas)

rsaw

By: RS Abdi Waluyo 


Overview

Apa itu Gastroskopi?

Gastroskopi, atau Endoskopi Saluran Cerna Atas (Upper Gastrointestinal/Upper GI Endoscopy), adalah prosedur diagnostik dan terapeutik minimal invasif yang digunakan untuk memeriksa bagian dalam kerongkongan (esofagus), lambung, dan duodenum (bagian pertama usus halus) menggunakan alat berbentuk selang fleksibel yang dilengkapi kamera beresolusi tinggi (endoskop).

Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat melihat secara langsung kondisi saluran cerna atas untuk mendeteksi berbagai kelainan, seperti peradangan, tukak (ulkus), perdarahan, polip, hingga kanker pada tahap awal.

Selain untuk menegakkan diagnosis, Gastroskopi juga dapat digunakan sebagai tindakan terapi, seperti mengambil sampel jaringan (biopsi), mengangkat polip, menghentikan perdarahan, melebarkan penyempitan saluran cerna, maupun mengeluarkan benda asing yang tertelan.

Di RS Abdi Waluyo, layanan Gastroskopi didukung oleh dokter spesialis gastroenterologi berpengalaman dan teknologi endoskopi modern untuk memberikan diagnosis yang akurat, tindakan yang aman, serta kenyamanan optimal bagi setiap pasien.


Mengapa Pemeriksaan Saluran Cerna Atas Penting?

Gangguan pada saluran cerna atas sering kali berkembang tanpa gejala yang khas pada tahap awal. Keluhan seperti nyeri ulu hati, rasa terbakar di dada (heartburn), mual, muntah, sulit menelan, atau anemia yang tidak diketahui penyebabnya dapat menjadi tanda adanya masalah pada saluran cerna.

Gastroskopi memungkinkan dokter mengevaluasi penyebab keluhan tersebut secara langsung sehingga penyakit dapat dideteksi lebih dini dan ditangani sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Deteksi dini sangat penting, terutama untuk penyakit seperti tukak lambung, Barrett’s esophagus, maupun kanker lambung, karena dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan.


Kondisi Apa Saja yang Dapat Dideteksi dengan Gastroskopi?

Gastroskopi membantu mendiagnosis dan mengevaluasi berbagai penyakit saluran cerna atas, antara lain:

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Menilai kerusakan pada kerongkongan akibat refluks asam lambung kronis, termasuk esofagitis dan Barrett’s esophagus.

Gastritis

Mendeteksi peradangan pada lapisan lambung yang dapat disebabkan oleh infeksi, penggunaan obat tertentu, maupun kondisi lainnya.

Tukak Lambung dan Tukak Duodenum

Mengidentifikasi adanya luka pada lambung atau usus dua belas jari serta membantu menentukan penyebab dan tingkat keparahannya.

Infeksi Helicobacter pylori (H. pylori)

Melalui biopsi, dokter dapat mendeteksi infeksi H. pylori, bakteri yang berhubungan dengan gastritis, tukak lambung, dan peningkatan risiko kanker lambung.

Perdarahan Saluran Cerna Atas

Gastroskopi dapat membantu menemukan sumber perdarahan sekaligus melakukan tindakan untuk menghentikan perdarahan apabila diperlukan.

Polip dan Tumor

Mendeteksi pertumbuhan jaringan abnormal pada kerongkongan, lambung, maupun duodenum serta memungkinkan pengambilan sampel jaringan untuk pemeriksaan laboratorium.

Penyakit Celiac dan Gangguan Usus Halus Lainnya

Biopsi pada duodenum dapat membantu menegakkan diagnosis penyakit celiac maupun gangguan penyerapan nutrisi lainnya.


Bagaimana Prosedur Gastroskopi Dilakukan?

Sebelum Pemeriksaan

Untuk memastikan hasil pemeriksaan optimal, pasien umumnya akan diminta untuk:

  • Berpuasa selama beberapa jam sebelum tindakan.
  • Memberitahukan dokter mengenai obat-obatan yang sedang dikonsumsi, alergi, maupun riwayat penyakit.
  • Berkonsultasi mengenai penggunaan obat pengencer darah apabila diperlukan.

Dokter akan memberikan petunjuk persiapan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.


Saat Pemeriksaan

Selama prosedur:

  • Pasien umumnya diberikan obat sedasi agar lebih nyaman.
  • Endoskop dimasukkan secara perlahan melalui mulut menuju kerongkongan, lambung, dan duodenum.
  • Kamera beresolusi tinggi menampilkan gambar secara langsung pada monitor sehingga dokter dapat mengevaluasi kondisi saluran cerna secara menyeluruh.
  • Bila diperlukan, dokter dapat melakukan:
  • Pengambilan sampel jaringan (biopsi)
  • Pengangkatan polip atau jaringan abnormal
  • Penghentian perdarahan
  • Pelebaran penyempitan saluran cerna (dilatasi)
  • Pengangkatan benda asing yang tertelan

Prosedur umumnya berlangsung sekitar 15–30 menit, tergantung kondisi pasien dan tindakan yang dilakukan.


Setelah Pemeriksaan

Setelah Gastroskopi:

  • Pasien akan dipantau hingga efek sedasi berkurang.
  • Mungkin timbul rasa tidak nyaman di tenggorokan atau kembung ringan yang bersifat sementara.
  • Sebagian besar pasien dapat pulang pada hari yang sama setelah kondisi stabil.
  • Dokter akan menjelaskan hasil pemeriksaan awal, sedangkan hasil biopsi (bila dilakukan) akan tersedia setelah proses analisis laboratorium selesai.

Keunggulan Gastroskopi

Pemeriksaan yang Akurat

Gastroskopi memungkinkan dokter melihat secara langsung kondisi saluran cerna atas sehingga memberikan diagnosis yang lebih akurat.

Deteksi Dini Penyakit Serius

Pemeriksaan ini membantu menemukan tukak, perubahan pra-kanker, maupun kanker pada stadium awal ketika peluang keberhasilan terapi masih tinggi.

Diagnosis dan Terapi dalam Satu Prosedur

Selain untuk mendiagnosis penyakit, Gastroskopi juga memungkinkan dokter melakukan tindakan terapi tanpa memerlukan operasi terbuka.

Minimal Invasif

Gastroskopi tidak memerlukan sayatan bedah dan umumnya dapat dilakukan dengan aman menggunakan sedasi sehingga pasien merasa lebih nyaman.


Siapa yang Perlu Menjalani Gastroskopi?

Dokter dapat merekomendasikan Gastroskopi bagi pasien yang mengalami:

  • Nyeri ulu hati yang menetap
  • Penyakit asam lambung (GERD) yang berulang
  • Sulit atau nyeri saat menelan
  • Mual dan muntah yang berkepanjangan
  • Muntah darah atau buang air besar berwarna hitam
  • Anemia yang belum diketahui penyebabnya
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Dugaan tukak lambung atau tukak duodenum
  • Pemantauan Barrett’s esophagus atau penyakit saluran cerna atas lainnya

Apakah Gastroskopi Aman?

Gastroskopi merupakan prosedur yang umumnya aman apabila dilakukan oleh dokter yang berpengalaman.

Efek samping ringan yang dapat terjadi meliputi rasa tidak nyaman pada tenggorokan, perut kembung, atau mengantuk akibat sedasi. Komplikasi serius seperti perdarahan atau perforasi sangat jarang terjadi.

Sebelum prosedur dilakukan, dokter akan menjelaskan manfaat, risiko, serta hal-hal yang perlu dipersiapkan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.


Mengapa Memilih RS Abdi Waluyo untuk Gastroskopi?

RS Abdi Waluyo menyediakan layanan kesehatan saluran cerna yang komprehensif dengan dukungan:

  • Dokter spesialis gastroenterologi berpengalaman
  • Teknologi endoskopi berdefinisi tinggi (High-Definition Endoscopy)
  • Fasilitas endoskopi yang modern, aman, dan nyaman
  • Layanan diagnosis, terapi, dan pemantauan yang terintegrasi
  • Pendekatan pelayanan yang berfokus pada keselamatan, kenyamanan, dan kebutuhan pasien

Dengan pengalaman dalam menangani berbagai gangguan saluran cerna, RS Abdi Waluyo berkomitmen memberikan layanan Gastroskopi berkualitas tinggi untuk mendukung deteksi dini, diagnosis yang akurat, penanganan yang tepat, serta kesehatan saluran cerna yang optimal.

Chat with us