Intravascular Ultrasound (IVUS) - Abdi Waluyo Hospital
Juli 31, 2026

Intravascular Ultrasound (IVUS)

rsaw

By: RS Abdi Waluyo 


Gambaran Umum

Apa itu Intravascular Ultrasound (IVUS)?

Intravascular Ultrasound (IVUS) adalah teknologi pencitraan intravaskular canggih yang menggunakan gelombang ultrasonografi berfrekuensi tinggi untuk menghasilkan gambaran pembuluh darah koroner secara real-time dari bagian dalam pembuluh darah. Berbeda dengan angiografi koroner konvensional yang hanya menampilkan lumen atau bagian dalam pembuluh darah, IVUS memberikan visualisasi yang lebih menyeluruh terhadap dinding pembuluh darah, plak aterosklerosis, endapan kalsium, serta ukuran pembuluh darah yang sebenarnya.

Informasi yang sangat detail ini membantu dokter spesialis jantung menilai tingkat keparahan penyakit arteri koroner secara lebih akurat, menentukan strategi penanganan yang paling tepat, memilih ukuran stent yang sesuai, serta memastikan stent telah mengembang secara optimal dan terpasang pada posisi yang tepat setelah tindakan.

Di RS Abdi Waluyo, Intravascular Ultrasound (IVUS) digunakan pada kasus-kasus tertentu selama prosedur Percutaneous Coronary Intervention (PCI) untuk meningkatkan akurasi diagnosis, membantu pengambilan keputusan klinis, serta mengoptimalkan keberhasilan tindakan dan hasil terapi jangka panjang.


Mengapa Intravascular Ultrasound (IVUS) Dilakukan?

Dokter spesialis jantung dapat merekomendasikan Intravascular Ultrasound (IVUS) untuk:

  • Menentukan tingkat keparahan penyempitan pada arteri koroner.
  • Mengevaluasi karakteristik plak aterosklerosis, termasuk plak yang mengalami kalsifikasi.
  • Mengukur diameter dan ukuran arteri koroner secara akurat sebelum pemasangan stent.
  • Menentukan ukuran dan panjang stent yang paling sesuai.
  • Memastikan stent telah mengembang secara optimal dan terpasang pada posisi yang tepat setelah implantasi.
  • Mengidentifikasi penyebab kegagalan stent, seperti stent yang tidak mengembang secara optimal (underexpansion), pemasangan stent yang tidak menempel sempurna pada dinding pembuluh darah (malapposition), atau terjadinya penyempitan kembali pada pembuluh darah (restenosis).
  • Mengevaluasi penyakit arteri koroner yang kompleks, termasuk kelainan pada left main coronary artery, lesi percabangan (bifurcation lesion), lesi yang panjang, serta arteri koroner dengan kalsifikasi berat.
  • Meningkatkan ketepatan diagnosis, keamanan prosedur, dan keberhasilan jangka panjang tindakan intervensi koroner.

Detail Pemeriksaan

Intravascular Ultrasound (IVUS) dilakukan sebagai bagian dari prosedur Angiografi Koroner atau Percutaneous Coronary Intervention (PCI) di Cardiac Catheterization Laboratory (Cath Lab).

Sebelum prosedur dilakukan:

  • Dokter spesialis jantung akan meninjau riwayat kesehatan serta obat-obatan yang sedang Anda konsumsi.
  • Anda mungkin akan menjalani pemeriksaan penunjang, seperti tes darah, elektrokardiogram (ECG), dan ekokardiografi.
  • Angiografi koroner akan dilakukan untuk menentukan lokasi penyempitan atau penyumbatan pada arteri koroner.
  • Anda mungkin diminta untuk berpuasa selama beberapa jam sebelum prosedur.
  • Informasikan kepada dokter apabila Anda memiliki riwayat alergi terhadap zat kontras, yodium, atau obat-obatan tertentu.
  • Beberapa jenis obat mungkin perlu disesuaikan atau dihentikan sementara sesuai dengan anjuran dokter sebelum prosedur dilakukan.

Penggunaan Intravascular Ultrasound (IVUS) umumnya hanya menambah waktu sekitar 10–20 menit pada keseluruhan prosedur Percutaneous Coronary Intervention (PCI).


Apa yang Terjadi Selama Pemeriksaan?

Selama prosedur, tahapan yang dilakukan meliputi:

  • Dokter akan memberikan anestesi lokal pada area pergelangan tangan (arteri radialis) atau lipat paha (arteri femoralis) sebagai lokasi masuknya kateter.
  • Kateter kemudian dimasukkan ke dalam pembuluh darah dan diarahkan menuju arteri koroner dengan bantuan pencitraan sinar-X (fluoroskopi) secara real-time.
  • Kateter Intravascular Ultrasound (IVUS) berukuran kecil yang dilengkapi transduser ultrasonografi dimasukkan ke dalam arteri koroner.
  • Transduser ultrasonografi menghasilkan gambaran penampang melintang (cross-sectional images) arteri koroner secara real-time.
  • Dokter spesialis jantung akan mengevaluasi ukuran pembuluh darah, karakteristik plak aterosklerosis, distribusi endapan kalsium, serta tingkat keparahan penyempitan arteri.
  • Apabila dilakukan Percutaneous Coronary Intervention (PCI), hasil pemeriksaan IVUS akan membantu menentukan ukuran stent yang paling sesuai serta strategi penanganan yang optimal.
  • Setelah stent dipasang, pemeriksaan IVUS dapat diulang untuk memastikan stent telah mengembang secara optimal, menempel dengan baik pada dinding pembuluh darah (stent apposition), serta memastikan aliran darah telah kembali lancar.
  • Selama prosedur berlangsung, irama jantung, tekanan darah, kadar oksigen, dan kondisi Anda akan dipantau secara terus-menerus guna memastikan keamanan selama tindakan.

Apa yang Dapat Saya Harapkan Setelah Pemeriksaan?

Karena Intravascular Ultrasound (IVUS) dilakukan sebagai bagian dari prosedur Angiografi Koroner atau Percutaneous Coronary Intervention (PCI), proses pemulihan akan mengikuti prosedur utama yang dijalani.

Setelah prosedur, beberapa hal yang dapat Anda harapkan meliputi:

  • Anda akan dipantau di ruang pemulihan selama beberapa jam setelah tindakan.
  • Sebagian besar pasien dapat diperbolehkan pulang pada hari yang sama atau keesokan harinya, tergantung pada kondisi klinis.
  • Dokter akan memberikan petunjuk mengenai penggunaan obat-obatan, aktivitas fisik, perawatan luka pada area pemasangan kateter, serta jadwal kontrol lanjutan.
  • Apabila dilakukan pemasangan stent koroner, Anda akan mendapatkan terapi antiplatelet untuk membantu mengurangi risiko terbentuknya bekuan darah di dalam stent.
  • Sebagian besar pasien dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara bertahap dalam beberapa hari setelah prosedur, sesuai dengan anjuran dokter.

Apa Risiko Pemeriksaan Ini?

Intravascular Ultrasound (IVUS) merupakan metode pencitraan diagnostik yang sangat aman dengan risiko komplikasi yang rendah.

Meskipun demikian, beberapa risiko yang mungkin terjadi meliputi:

  • Perdarahan atau memar pada area pemasangan kateter.
  • Cedera ringan pada arteri koroner, meskipun jarang terjadi.
  • Gangguan irama jantung yang bersifat sementara.
  • Reaksi alergi terhadap zat kontras yang digunakan selama prosedur angiografi.
  • Serangan jantung, stroke, atau komplikasi serius lainnya, meskipun sangat jarang terjadi.

Selama prosedur berlangsung, tim medis akan memantau kondisi Anda secara ketat untuk memastikan keamanan dan meminimalkan risiko komplikasi selama tindakan.


Hasil Pemeriksaan dan Tindak Lanjut

Intravascular Ultrasound (IVUS) memberikan informasi yang sangat rinci mengenai:

  • Diameter arteri koroner.
  • Tingkat keparahan penyempitan arteri.
  • Karakteristik dan jumlah plak aterosklerosis.
  • Distribusi serta luasnya endapan kalsium pada dinding pembuluh darah.
  • Pengembangan (ekspansi) dan posisi stent terhadap dinding pembuluh darah (stent apposition).
  • Penyebab terjadinya restenosis atau kegagalan pemasangan stent sebelumnya.

Informasi yang diperoleh dari pemeriksaan IVUS membantu dokter spesialis jantung menentukan strategi penanganan yang paling tepat, mengurangi risiko komplikasi selama tindakan, serta meningkatkan keberhasilan jangka panjang setelah Percutaneous Coronary Intervention (PCI).


Kapan Saya Akan Mengetahui Hasil Pemeriksaan?

Karena gambar Intravascular Ultrasound (IVUS) diperoleh secara real-time selama prosedur berlangsung, dokter spesialis jantung umumnya dapat menjelaskan hasil pemeriksaan segera setelah tindakan selesai.

Dokter akan menjelaskan kepada Anda mengenai:

  • Kondisi arteri koroner.
  • Tingkat keparahan penyempitan pada pembuluh darah koroner.
  • Karakteristik plak aterosklerosis.
  • Keberhasilan pemasangan dan pengembangan stent, apabila tindakan tersebut dilakukan.
  • Rekomendasi mengenai pengobatan lanjutan, perubahan gaya hidup, serta jadwal kontrol untuk memantau kondisi jantung Anda.

Jika Hasil Pemeriksaan Tidak Normal, Apa Langkah Selanjutnya?

Apabila Intravascular Ultrasound (IVUS) menunjukkan adanya penyempitan arteri koroner yang bermakna atau hasil pemasangan stent yang belum optimal, dokter spesialis jantung dapat merekomendasikan:

  • Dilatasi balon lanjutan menggunakan balon bertekanan tinggi (high-pressure balloon) untuk mengoptimalkan pengembangan stent.
  • Pemasangan stent koroner tambahan, apabila diperlukan.
  • Intravascular Lithotripsy (IVL) untuk menangani lesi dengan kalsifikasi berat.
  • Optical Coherence Tomography (OCT) sebagai pemeriksaan pencitraan intravaskular tambahan pada kasus-kasus tertentu.
  • Operasi Coronary Artery Bypass Graft (CABG) atau operasi bypass jantung apabila Percutaneous Coronary Intervention (PCI) bukan merupakan pilihan terapi yang paling sesuai.
  • Terapi obat-obatan dan perubahan gaya hidup untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Rencana penanganan akan disesuaikan dengan kondisi anatomi arteri koroner, gejala yang Anda alami, serta kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan.


Kapan Saya Harus Menghubungi Dokter?

Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami:

  • Nyeri dada yang muncul kembali atau semakin memburuk.
  • Sesak napas.
  • Perdarahan atau pembengkakan yang menetap pada area pemasangan kateter.
  • Demam.
  • Nyeri hebat, mati rasa, atau perubahan warna pada lengan atau tungkai yang menjadi lokasi tindakan.
  • Denyut jantung yang cepat atau tidak teratur.
  • Gejala baru atau gejala yang semakin memburuk.

Segera cari pertolongan medis darurat apabila Anda mengalami nyeri dada yang berat, kesulitan bernapas, pingsan, atau gejala yang mengarah pada serangan jantung maupun stroke.


Mengapa Memilih RS Abdi Waluyo?

Di RS Abdi Waluyo, Intravascular Ultrasound (IVUS) merupakan bagian penting dari layanan kardiologi intervensi kami yang didukung teknologi pencitraan canggih untuk menghasilkan diagnosis yang lebih akurat serta memandu tindakan intervensi koroner secara presisi.

Layanan IVUS kami menawarkan:

  • Teknologi Intravascular Ultrasound (IVUS) beresolusi tinggi untuk mengevaluasi kondisi arteri koroner secara rinci dari bagian dalam pembuluh darah.
  • Hybrid Catheterization Laboratory (Hybrid Cath Lab) berteknologi modern yang dilengkapi sistem pencitraan mutakhir untuk mendukung tindakan intervensi koroner yang kompleks.
  • Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan intervensi yang berpengalaman dalam melakukan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) berbasis pencitraan (image-guided PCI) serta menangani penyakit arteri koroner yang kompleks.
  • Fasilitas pencitraan intravaskular yang komprehensif dengan integrasi berbagai teknologi canggih, seperti Optical Coherence Tomography (OCT), Fractional Flow Reserve (FFR), dan Intravascular Lithotripsy (IVL), apabila diperlukan sesuai indikasi klinis.
  • Pendekatan Heart Team multidisiplin yang melibatkan dokter spesialis jantung intervensi, dokter bedah jantung, spesialis pencitraan jantung, serta dokter spesialis anestesi untuk memberikan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi setiap pasien.
  • Layanan jantung yang terintegrasi, mulai dari diagnosis, tindakan intervensi, rehabilitasi jantung, hingga pemantauan jangka panjang.
  • Pendekatan pelayanan yang berpusat pada pasien dengan mengutamakan ketepatan prosedur, keberhasilan jangka panjang pemasangan stent, serta hasil klinis kardiovaskular yang optimal.

Dengan memadukan teknologi pencitraan intravaskular yang canggih, keahlian tim medis yang berpengalaman, serta fasilitas Hybrid Cath Lab, RS Abdi Waluyo menghadirkan layanan intervensi koroner berbasis pencitraan berstandar internasional untuk mendukung prosedur yang lebih aman, pengambilan keputusan klinis yang lebih akurat, serta hasil jangka panjang yang lebih baik bagi pasien dengan penyakit arteri koroner.

Chat with us