Vaksinasi Dewasa: Perlindungan yang Tidak Berhenti Setelah Masa Kanak-kanak - Abdi Waluyo Hospital
Agustus 3, 2026

Vaksinasi Dewasa: Perlindungan yang Tidak Berhenti Setelah Masa Kanak-kanak

rsaw

By: dr.Vardian Mahardika, M.Biomed, SpPD, AIFO-K


Banyak orang menganggap imunisasi hanya diperlukan saat masih anak-anak. Padahal, perlindungan dari beberapa vaksin dapat menurun seiring bertambahnya usia, sementara risiko terkena penyakit infeksi justru meningkat, terutama pada individu dengan penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, penyakit paru, penyakit ginjal, atau usia lanjut.

Karena itu, vaksinasi pada orang dewasa merupakan salah satu upaya pencegahan yang paling efektif untuk menjaga kesehatan, mengurangi risiko rawat inap, serta mencegah komplikasi dan kematian akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.

Mengapa vaksinasi pada orang dewasa tetap penting?

Seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh mengalami penurunan kemampuan dalam mengenali dan melawan infeksi. Selain itu, semakin banyak orang dewasa yang hidup dengan penyakit kronis yang dapat meningkatkan risiko infeksi menjadi lebih berat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan imunisasi mampu mencegah sekitar 3,5–5 juta kematian setiap tahun akibat penyakit seperti influenza, pneumonia, hepatitis, campak, difteri, tetanus, dan lainnya. Namun, cakupan vaksinasi dewasa di berbagai negara masih jauh lebih rendah dibandingkan vaksinasi anak.

Di Indonesia sendiri, kesadaran masyarakat mengenai vaksinasi dewasa masih relatif rendah. Banyak orang baru mencari vaksin ketika akan berangkat haji, umrah, atau bepergian ke luar negeri, padahal sebagian besar vaksin bertujuan melindungi kesehatan dalam jangka panjang.

Bagaimana vaksin melindungi tubuh?

Secara sederhana, vaksin bekerja dengan “melatih” sistem imun agar mengenali kuman penyebab penyakit tanpa menyebabkan seseorang mengalami penyakit tersebut. Ketika suatu hari tubuh benar-benar terpapar virus atau bakteri yang sama, sistem imun sudah memiliki “memori” sehingga dapat memberikan respons lebih cepat dan lebih efektif.

Karena itu, vaksin bukan hanya membantu mencegah infeksi, tetapi juga dapat mengurangi risiko penyakit menjadi berat, menurunkan angka rawat inap, hingga mencegah kematian.

Siapa yang sebaiknya mendapatkan vaksin?

Pada prinsipnya, setiap orang dewasa perlu mengevaluasi status vaksinasinya. Namun, vaksinasi menjadi sangat penting pada kelompok berikut:

  • Usia ≥50–60 tahun
  • Penderita diabetes, penyakit jantung, penyakit paru, penyakit ginjal, atau penyakit hati kronis
  • Individu dengan gangguan sistem imun
  • Wanita yang sedang merencanakan kehamilan atau sedang hamil (sesuai jenis vaksin)
  • Tenaga kesehatan
  • Pelancong internasional, termasuk calon jemaah haji dan umrah
  • Orang dengan faktor risiko tertentu sesuai rekomendasi dokter

Jadwal vaksinasi dewasa di Indonesia

Indonesia telah memiliki Rekomendasi Jadwal Imunisasi Dewasa yang disusun oleh Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI dan diperbarui secara berkala. Jadwal ini mencakup vaksin yang diberikan berdasarkan usia, kondisi medis, pekerjaan, maupun kebutuhan khusus seperti perjalanan ke luar negeri.

Beberapa vaksin yang paling sering direkomendasikan pada orang dewasa meliputi:

  • Influenza
  • Tetanus, Difteri, Pertusis (Td/Tdap)
  • Hepatitis A dan B
  • Human Papillomavirus (HPV)
  • Pneumokokus
  • Herpes Zoster
  • COVID-19
  • Dengue
  • RSV (pada kelompok usia dan kondisi tertentu)

Apakah vaksin aman?

Vaksin merupakan salah satu intervensi medis yang paling banyak diteliti di dunia. Sebelum digunakan, setiap vaksin harus melalui serangkaian uji klinis yang ketat untuk memastikan keamanan, kualitas, dan efektivitasnya.

Efek samping yang paling sering muncul umumnya ringan, seperti nyeri pada lokasi suntikan, demam ringan, atau pegal selama 1–2 hari. Reaksi berat sangat jarang terjadi, dan manfaat vaksin dalam mencegah penyakit berat jauh lebih besar dibandingkan risikonya.

Apabila memiliki riwayat alergi berat, gangguan sistem imun tertentu, atau sedang hamil, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menerima vaksin.

Kesimpulan

Vaksinasi merupakan investasi kesehatan sepanjang hayat. Tidak hanya melindungi diri sendiri dari penyakit infeksi yang dapat dicegah, vaksin juga membantu melindungi keluarga, lingkungan sekitar, dan kelompok yang rentan seperti lansia maupun individu dengan penyakit kronis.

Setiap orang dewasa memiliki kebutuhan vaksin yang berbeda, bergantung pada usia, riwayat imunisasi, penyakit penyerta, pekerjaan, maupun rencana perjalanan. Oleh karena itu, lakukan evaluasi status imunisasi secara berkala bersama dokter agar perlindungan yang diberikan tetap optimal.


Referensi

  1. World Health Organization. Immunization Agenda 2030: A Global Strategy to Leave No One Behind. Geneva: WHO.
  2. World Health Organization. Vaccines and Immunization. https://www.who.int/health-topics/vaccines-and-immunization
  3. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Adult Immunization Schedule, United States, 2026.
  4. Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI. Jadwal Imunisasi Dewasa Rekomendasi PAPDI Tahun 2025.
  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Program Imunisasi.
Chat with us