By: RS Abdi Waluyo
Setelah mendapat diagnosis kanker prostat, pertanyaan yang sering muncul adalah apakah harus segera dioperasi. Jawabannya bergantung pada kondisi masing-masing pasien. Ada kanker yang dapat dipantau secara terjadwal, ada pula yang memerlukan pengobatan untuk mencegah atau mengendalikan perkembangan penyakit.
Kanker prostat terjadi ketika sel di kelenjar prostat tumbuh tidak terkendali. Kecepatan pertumbuhannya dapat berbeda pada setiap orang. Karena itu, dokter mempertimbangkan stadium, sifat kanker, kondisi kesehatan, dan harapan pasien sebelum menyusun rencana perawatan.
Pemantauan aktif untuk kanker dengan risiko rendah
Pada pasien tertentu dengan kanker berisiko rendah, dokter dapat menyarankan pemantauan aktif atau active surveillance. Artinya, kanker dipantau dengan jadwal yang jelas tanpa langsung menjalani operasi atau radioterapi. Pendekatan ini membantu menunda atau menghindari efek samping pengobatan selama belum diperlukan.
Pemantauan dapat mencakup tes darah PSA, pemeriksaan dokter, MRI, dan biopsi ulang sesuai rencana perawatan. Jika hasil evaluasi menunjukkan kanker menjadi lebih berisiko, dokter dapat menyarankan pengobatan dengan tujuan menyembuhkan. Pemantauan aktif tetap membutuhkan kedisiplinan kontrol dan bukan berarti kanker dibiarkan tanpa pengawasan. [2]
Pemantauan aktif berbeda dengan watchful waiting
Watchful waiting adalah pendekatan pengamatan yang berfokus pada penanganan keluhan jika penyakit berkembang. Pendekatan ini dapat dipilih ketika pengobatan dengan tujuan menyembuhkan diperkirakan tidak memberi manfaat yang cukup, misalnya karena kondisi kesehatan lain atau perkiraan harapan hidup yang terbatas.
Perbedaannya terletak pada tujuan perawatan. Dalam pemantauan aktif, operasi atau radioterapi masih dapat dipertimbangkan untuk menyembuhkan jika diperlukan. Dalam watchful waiting, prioritasnya adalah meredakan gejala dan menjaga kenyamanan. Keputusan ini dinilai secara individual, bukan berdasarkan usia saja. [2]
Focal therapy menargetkan area kanker
Salah satu pendekatan yang terus berkembang adalah focal therapy atau terapi fokal. Tindakan ini menghancurkan area kanker yang telah dipetakan sambil mempertahankan bagian prostat lainnya. Contohnya adalah HIFU, yang menggunakan gelombang ultrasonik terfokus untuk memanaskan jaringan, dan krioterapi, yang menghancurkan jaringan melalui pembekuan. [4]
Pendekatan ini dapat dipertimbangkan pada pasien terpilih dengan kanker yang masih terbatas di prostat. Namun, stadium awal saja belum cukup untuk menentukan kecocokannya. Dokter perlu menilai lokasi dan luas kanker melalui MRI serta biopsi, tingkat agresivitasnya, dan kemungkinan adanya kanker di bagian prostat lain. Untuk kanker berisiko rendah, pemantauan aktif tetap menjadi pilihan penting. [2, 4]
Tujuannya adalah mengendalikan kanker dengan membatasi kerusakan jaringan sehat, sehingga berpotensi mengurangi gangguan kontrol urine dan fungsi ereksi. Meski demikian, efek samping tetap dapat terjadi, dan sebagian pasien memerlukan tindakan ulang atau pengobatan lain. Pemeriksaan lanjutan, termasuk PSA, MRI, dan biopsi sesuai rencana dokter, tetap diperlukan. [2, 4]
Bukti pengendalian kanker jangka panjang belum semapan operasi atau radioterapi. Pedoman Eropa menempatkan HIFU fokal dan krioterapi dalam program pencatatan serta evaluasi hasil secara terencana atau penelitian klinis. Karena itu, manfaat, keterbatasan, dan alternatifnya perlu dibahas dengan tim yang berpengalaman. [2]
Operasi untuk mengangkat prostat
Operasi pengangkatan prostat secara menyeluruh disebut prostatektomi radikal. Tindakan ini dapat menjadi pilihan ketika kanker masih terbatas di prostat dan kondisi pasien memungkinkan. Prostat serta jaringan terkait diangkat; pada pasien tertentu, kelenjar getah bening di sekitarnya juga perlu diangkat.
Operasi bertujuan menghilangkan kanker, tetapi dapat memengaruhi kemampuan menahan urine dan fungsi ereksi. Besarnya risiko berbeda pada setiap pasien. Sebelum memilih operasi, diskusikan manfaat, kemungkinan efek samping, serta dukungan pemulihan yang dapat diberikan. [1]
Radioterapi untuk menargetkan sel kanker
Radioterapi menggunakan radiasi untuk merusak sel kanker. Radiasi dapat diberikan dari mesin di luar tubuh atau melalui sumber radiasi yang ditempatkan di dalam prostat, yang disebut brakiterapi. Pemilihan metode bergantung pada karakteristik kanker dan kondisi pasien.
Radioterapi dapat diberikan dengan tujuan menyembuhkan pada kanker yang masih terbatas di prostat dan pada sebagian kanker yang telah meluas ke jaringan sekitar. Pada kelompok risiko tertentu, terapi ini dikombinasikan dengan terapi hormon. Efek sampingnya dapat mencakup gangguan berkemih, perubahan buang air besar, dan gangguan ereksi. [1, 2]
Terapi hormon untuk menghambat pertumbuhan kanker
Banyak sel kanker prostat menggunakan hormon androgen, termasuk testosteron, untuk tumbuh. Terapi hormon bekerja dengan menurunkan kadar hormon tersebut atau menghambat pengaruhnya pada sel kanker. Salah satu pendekatannya adalah androgen deprivation therapy atau ADT, yang menurunkan kadar androgen.
Terapi hormon dapat mendampingi radioterapi atau menjadi bagian utama pengobatan kanker yang telah menyebar. Pada banyak pasien dengan penyakit yang sudah menyebar, ADT dikombinasikan dengan obat hormonal tambahan dan pada pasien tertentu kemoterapi, sesuai kondisi serta karakteristik penyakit. [2, 3]
Efek samping dapat berupa rasa panas mendadak atau hot flashes, penurunan gairah seksual, gangguan ereksi, perubahan berat badan dan metabolisme, serta berkurangnya kepadatan tulang. Diskusikan pemantauan kesehatan tulang dan kesehatan secara umum selama terapi. [3]
Jika kanker sudah menyebar
Penanganan biasanya memerlukan obat yang bekerja ke berbagai bagian tubuh. Selain terapi hormon, pilihan dapat mencakup kemoterapi atau terapi target pada pasien dengan karakteristik kanker tertentu. Radioterapi juga dapat digunakan untuk meredakan keluhan, misalnya nyeri akibat penyebaran ke tulang. Tujuan dan kombinasi pengobatan disesuaikan dengan kebutuhan pasien. [1, 2]
Deteksi dini dapat membuka lebih banyak pilihan
Ketika kanker ditemukan sebelum menyebar, pilihan penanganan dapat lebih beragam, termasuk pemantauan aktif, operasi, radioterapi, atau pada pasien terpilih terapi fokal. Inilah salah satu alasan untuk membahas deteksi dini bersama dokter, terutama jika Anda memiliki faktor risiko. Deteksi dini tidak menjamin seseorang cocok untuk terapi fokal atau pasti sembuh. [1, 2]
Karena kanker prostat tahap awal sering tanpa gejala, diskusikan kebutuhan pemeriksaan berdasarkan usia, riwayat keluarga, dan kondisi kesehatan. Skrining tetap perlu mempertimbangkan manfaat serta risikonya, termasuk menemukan kanker yang sangat lambat tumbuh dan mungkin tidak akan menimbulkan masalah. [5]
Menentukan pilihan bersama dokter
Sebelum memutuskan, tanyakan tujuan pengobatan, manfaat yang diharapkan, kemungkinan efek samping, serta dampaknya terhadap aktivitas, kontrol urine, dan kehidupan seksual. Jika pemantauan disarankan, pastikan Anda memahami jadwal kontrol dan kondisi yang dapat mengubah rencana perawatan.
Konsultasikan pilihan pengobatan kanker prostat dengan dokter di RS Abdi Waluyo. Rencana yang sesuai mempertimbangkan pengendalian kanker sekaligus kualitas hidup dan hal-hal yang penting bagi Anda.
Referensi
- National Cancer Institute — Prostate Cancer Treatment
- European Association of Urology — Prostate Cancer Treatment
- National Cancer Institute — Hormone Therapy for Prostate Cancer
- American Cancer Society — Cryotherapy HIFU and Other Ablative Treatments
- National Cancer Institute — Prostate Specific Antigen PSA Test