By: RS Abdi Waluyo
Benjolan di leher sering kali menimbulkan kekhawatiran. Apakah berbahaya? Apakah harus dioperasi? Adakah pilihan penanganan lain?
Jika benjolan tersebut berasal dari kelenjar tiroid, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui jenisnya dan menentukan penanganan yang sesuai. Sebagian besar nodul tiroid bersifat jinak atau bukan kanker. Namun, meskipun jinak, nodul yang membesar dapat mengganggu kenyamanan saat menelan atau membuat benjolan di leher semakin terlihat.
Kini, RS Abdi Waluyo menghadirkan layanan Radiofrequency Ablation atau RFA Tiroid, yaitu tindakan minimal invasif untuk mengecilkan nodul tiroid jinak pada pasien yang sesuai. Layanan ini didukung tim multidisiplin yang terdiri atas dokter spesialis konsultan dan tenaga medis terlatih, dengan pendampingan sejak evaluasi awal hingga pemantauan setelah prosedur.
Apa Itu Nodul Tiroid?
Tiroid adalah kelenjar berbentuk seperti kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher. Kelenjar ini menghasilkan hormon yang membantu mengatur penggunaan energi dan metabolisme tubuh.
Nodul tiroid merupakan benjolan yang terbentuk di dalam kelenjar tersebut. Banyak nodul tidak menimbulkan keluhan dan hanya memerlukan pemantauan. Namun, sebagian dapat membesar dan menyebabkan rasa tertekan di leher, mengganjal, kesulitan menelan, atau perubahan penampilan.
Karena itu, penanganan tidak hanya mempertimbangkan keberadaan benjolan, tetapi juga hasil pemeriksaan, keluhan, dan kebutuhan masing-masing pasien.
Mengenal RFA Tiroid
RFA Tiroid menggunakan energi panas untuk merusak jaringan nodul yang ditargetkan. Dokter memasukkan elektroda tipis menyerupai jarum melalui kulit menuju nodul, dengan panduan ultrasonografi atau USG.
Selama tindakan, USG membantu dokter memantau posisi elektroda dan area yang diterapi. Setelah itu, jaringan yang telah diterapi akan menyusut secara bertahap.
Prosedur umumnya menggunakan bius lokal dan tidak memerlukan sayatan operasi yang besar. RFA bertujuan mengecilkan nodul sambil mempertahankan sebanyak mungkin jaringan tiroid sehat di sekitarnya. [1]
Siapa yang Dapat Mempertimbangkan RFA?
RFA terutama dapat dipertimbangkan untuk nodul yang telah dipastikan jinak, tetapi menimbulkan keluhan penekanan atau mengganggu penampilan.
Sebelum merekomendasikan tindakan, dokter akan menilai keluhan, riwayat kesehatan, hasil USG, fungsi tiroid, serta hasil biopsi atau pemeriksaan sampel sel. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan bahwa RFA merupakan pilihan yang sesuai.
Tidak semua nodul membutuhkan tindakan. Nodul tanpa keluhan dapat cukup dipantau, sedangkan hasil yang mencurigakan atau belum jelas memerlukan evaluasi lebih lanjut. Pilihan penanganan dapat mencakup pemantauan, RFA, operasi, atau terapi lain sesuai kondisi. [2]
Apa Manfaat yang Dapat Diharapkan?
Tujuan utama RFA adalah mengurangi volume nodul dan membantu meredakan keluhan yang ditimbulkannya. Hasilnya berkembang secara bertahap selama beberapa bulan.
Penelitian yang dirangkum dalam panduan European Thyroid Association melaporkan rata-rata pengurangan volume nodul sekitar 69–78% dalam 12 bulan. Angka ini menunjukkan perubahan volume keseluruhan nodul, bukan pengurangan diameter benjolan.
Hasil setiap pasien dapat berbeda. Ukuran awal, karakteristik nodul, dan respons terhadap terapi turut memengaruhi hasil. Sebagian pasien mungkin memerlukan tindakan tambahan. [2]
Bagaimana Pemulihan Setelah RFA?
Banyak pasien dapat pulang pada hari yang sama setelah observasi dan penilaian dokter. Nyeri ringan, memar, atau bengkak dapat muncul setelah tindakan. Waktu kembali beraktivitas disesuaikan dengan kondisi dan arahan dokter.
RFA tetap memiliki risiko, termasuk perdarahan, infeksi, dan perubahan suara yang jarang dapat menetap. Manfaat serta risiko akan dijelaskan sebelum pasien menjalani prosedur. [1]
Kontrol dan USG berkala tetap diperlukan untuk mengevaluasi hasil serta mendeteksi pertumbuhan kembali. RFA tidak selalu menghilangkan seluruh nodul. [2]
Layanan RFA Tiroid di RS Abdi Waluyo
Di RS Abdi Waluyo, perawatan dimulai dengan memahami kondisi dan kebutuhan Anda. Tim RFA Tiroid mendampingi pasien untuk meninjau hasil pemeriksaan, mempertimbangkan pilihan terapi, dan menyusun rencana tindakan secara individual.
Komunikasi yang terbuka mengenai manfaat, keterbatasan, risiko, serta alternatif terapi menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan.
Jika Anda memiliki nodul tiroid yang terasa mengganggu, konsultasikan dengan tim dokter RS Abdi Waluyo untuk mengetahui pilihan penanganan yang sesuai bagi Anda.
(FAQ)
1. Apakah semua benjolan tiroid harus ditangani dengan RFA?
Tidak. Sebagian nodul cukup dipantau. RFA dipertimbangkan berdasarkan hasil pemeriksaan dan keluhan pasien. [2]
2. Apakah RFA terasa sakit?
Bius lokal membantu mengurangi rasa tidak nyaman selama tindakan. Nyeri ringan atau memar dapat terjadi sesudahnya. [1]
3. Apakah benjolan langsung hilang?
Tidak. Nodul menyusut secara bertahap selama beberapa bulan dan mungkin tidak hilang sepenuhnya. [1]
4. Apakah perlu rawat inap?
Banyak pasien dapat pulang pada hari yang sama. Keputusan tetap mengikuti kondisi pasien dan penilaian dokter. [1]
5. Apakah satu kali tindakan selalu cukup?
Tidak selalu. Sebagian pasien membutuhkan tindakan tambahan, terutama jika respons belum memadai atau nodul tumbuh kembali. [2]
6. Apakah RFA menggantikan operasi untuk semua pasien?
Tidak. Operasi atau pilihan lain dapat lebih sesuai, tergantung diagnosis dan hasil evaluasi. [2]
7. Apakah masih perlu kontrol setelah tindakan?
Ya. Kontrol dan USG berkala diperlukan untuk memantau pengecilan nodul serta kemungkinan pertumbuhan kembali. [2]
8. Bagaimana cara mengetahui apakah saya cocok menjalani RFA?
Mulailah dengan konsultasi bersama tim dokter RS Abdi Waluyo. Jika tersedia, bawalah hasil USG tiroid, pemeriksaan darah, serta hasil biopsi sebelumnya.
Referensi:
- Johns Hopkins Medicine. Radiofrequency ablation [Internet]. Baltimore: Johns Hopkins Medicine; Available from: https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/radiofrequency-ablation
- Papini E, Monpeyssen H, Frasoldati A, Hegedüs L. 2020 European Thyroid Association clinical practice guideline for the use of image-guided ablation in benign thyroid nodules. Eur Thyroid J. 2020;9(4):172-85. doi:10.1159/000508484.