Oleh: Geraldus Sigap Bayangkan sebuah orkestra, di mana setiap musisi bermain harmonis di bawah arahan seorang konduktor. Konduktor memastikan ritme dan tempo berjalan selaras, menciptakan melodi yang indah. Sekarang, bayangkan jika sang konduktor tiba-tiba kehilangan iramanya—apa yang sebelumnya merupakan musik yang harmonis berubah menjadi kekacauan. Analogi ini menggambarkan esensi dari aritmia: ketika ritme alami jantung … Apakah Detak Jantung Anda Tidak Beraturan?








