By : CNBC Indonesia
Kesehatan reproduksi perempuan menjadi isu penting, terutama dalam momentum International Women’s Day setiap 8 Maret. Salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami perempuan adalah mioma (fibroid rahim) dan adenomiosis, yaitu kondisi penebalan otot rahim yang dapat memengaruhi kualitas hidup.
Secara global, mioma diperkirakan dialami oleh sekitar 40% hingga 80% perempuan usia reproduksi. Di Indonesia, angka ini juga terus meningkat, dengan sekitar seperempat kasus membutuhkan tindakan pembedahan. Namun, tidak semua kasus terdeteksi sejak dini karena sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas.
Menurut Ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi RS Abdi Waluyo, dr. Sigit Pramono, mioma dan adenomiosis memiliki karakteristik yang mirip, yaitu sama-sama melibatkan penebalan otot rahim. Kondisi ini dapat terjadi di berbagai area, seperti rongga rahim, bahkan hingga memengaruhi organ sekitar seperti kandung kemih atau usus.
Gejala yang perlu diwaspadai antara lain nyeri saat menstruasi dan perdarahan berlebih. Karena itu, perempuan diimbau untuk meningkatkan kesadaran dan melakukan pemeriksaan sejak dini, terutama jika mengalami keluhan tersebut.
Seiring perkembangan teknologi medis, kini tersedia metode pengobatan yang lebih modern dan minim risiko. Salah satunya adalah terapi Focused Ultrasound Ablation (FUA) atau High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU) yang telah diterapkan di RS Abdi Waluyo.
Terapi HIFU merupakan prosedur non-bedah tanpa sayatan dan tanpa pengangkatan rahim. Prosesnya menggunakan gelombang ultrasound berintensitas tinggi untuk menghancurkan jaringan mioma atau adenomiosis secara presisi. Menariknya, pasien tidak perlu menjalani operasi terbuka, karena prosedur dilakukan dengan teknik sedasi ringan (anxiolisis), sehingga pasien tetap sadar selama tindakan.
Sebelum terapi dilakukan, pasien akan menjalani pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) untuk memetakan kondisi jaringan secara detail. Hal ini memastikan tindakan yang dilakukan lebih aman dan tepat sasaran.
Hingga saat ini, RS Abdi Waluyo telah berhasil melakukan terapi HIFU pada sekitar 300 pasien, menunjukkan efektivitas metode ini sebagai alternatif pengobatan modern.
Selain menghadirkan teknologi canggih, RS Abdi Waluyo juga mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kesehatan reproduksi perempuan melalui edukasi gaya hidup sehat, seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Dengan adanya inovasi seperti HIFU, perempuan kini memiliki pilihan pengobatan yang lebih aman, minim risiko, dan tetap menjaga kualitas hidup tanpa harus melalui prosedur bedah besar.
