By: RS Abdi Waluyo Editor
Gambaran Umum
Apa itu Ablasi Jantung?
Ablasi Jantung atau Ablasi kateter adalah prosedur minimal invasif yang digunakan untuk mengobati gangguan irama jantung (aritmia) dengan cara menghilangkan atau mengisolasi area kecil pada jaringan jantung yang menghasilkan atau menghantarkan sinyal listrik abnormal.
Selama prosedur, dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Elektrofisiologi (Cardiac Electrophysiologist) memasukkan kateter tipis melalui pembuluh darah di selangkangan atau leher menuju jantung. Dengan bantuan teknologi pemetaan tiga dimensi (3D Electroanatomical Mapping), sumber gangguan irama jantung dapat diidentifikasi secara akurat. Selanjutnya, energi radiofrekuensi (panas) atau cryoablation (dingin) diberikan melalui kateter untuk membentuk jaringan parut kecil yang menghentikan jalur listrik abnormal tanpa merusak jaringan jantung yang sehat.
Pada banyak pasien, Ablasi Jantung dapat menjadi terapi jangka panjang yang efektif untuk menghilangkan aritmia, mengurangi gejala, meningkatkan kualitas hidup, serta mengurangi atau bahkan menghentikan kebutuhan penggunaan obat antiaritmia dalam jangka panjang.
Di RS Abdi Waluyo, tindakan Ablasi Jantung dilakukan oleh dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Elektrofisiologi yang berpengalaman dengan dukungan teknologi elektrofisiologi modern dan fasilitas Hybrid Catheterization Laboratory (Hybrid Cath Lab) untuk memberikan tindakan yang lebih presisi, aman, dan efektif.
Mengapa Ablasi Jantung Dilakukan?
Dokter dapat merekomendasikan Ablasi Jantung untuk mengatasi:
- Fibrilasi Atrium (Atrial Fibrillation/AF).
- Flutter Atrium (Atrial Flutter).
- Supraventricular Tachycardia (SVT).
- Sindrom Wolff-Parkinson-White (WPW).
- Atrioventricular Nodal Reentrant Tachycardia (AVNRT).
- Atrioventricular Reentrant Tachycardia (AVRT).
- Jenis tertentu dari Ventricular Tachycardia (VT).
- Premature Ventricular Contractions (PVC) yang menimbulkan gejala.
- Gangguan irama jantung yang tidak membaik dengan pengobatan.
- Aritmia yang menyebabkan jantung berdebar, pusing, pingsan, sesak napas, atau gagal jantung.
Keputusan untuk melakukan ablasi bergantung pada jenis aritmia, tingkat keparahan gejala, kondisi jantung yang mendasari, dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.
Detail Prosedur
Ablasi Jantung dilakukan di Laboratorium Elektrofisiologi (Electrophysiology Laboratory/EP Lab) atau Hybrid Cath Lab menggunakan anestesi lokal dengan sedasi ringan atau anestesi umum, tergantung jenis dan kompleksitas tindakan.
Sebelum prosedur dilakukan, Anda akan menjalani:
- Konsultasi dengan dokter Spesialis Jantung Konsultan Elektrofisiologi.
- Pemeriksaan darah.
- Elektrokardiografi (EKG).
- Ekokardiografi
- Holter Monitoring atau pemeriksaan irama jantung lainnya.
- CT Scan Jantung atau MRI Jantung bila diperlukan.
Sebelum tindakan, Anda mungkin akan diminta untuk:
- Berpuasa selama beberapa jam.
- Menghentikan sementara obat antiaritmia atau obat pengencer darah sesuai petunjuk dokter.
- Memberitahukan kepada dokter apabila memiliki alergi, alat pacu jantung, ICD, atau penyakit ginjal.
Prosedur biasanya berlangsung sekitar 2 hingga 6 jam, tergantung jenis aritmia dan tingkat kompleksitas tindakan.
Apa yang Terjadi Selama Prosedur?
Selama tindakan:
- Dokter memberikan anestesi lokal pada area selangkangan.
- Kateter dimasukkan ke dalam pembuluh darah dan diarahkan menuju jantung menggunakan panduan fluoroskopi dan sistem pemetaan tiga dimensi.
- Dilakukan pemetaan listrik jantung (electrophysiology mapping) untuk mengidentifikasi sumber gangguan irama jantung.
- Pada beberapa kasus, dokter akan memicu aritmia secara sementara untuk memastikan lokasi sumber gangguan.
- Energi radiofrekuensi (panas) atau cryoablation (dingin) diberikan untuk menghancurkan atau mengisolasi jaringan penyebab aritmia.
- Setelah ablasi selesai, dilakukan pengujian kembali untuk memastikan gangguan irama jantung telah berhasil diatasi.
- Kateter dilepas dan lokasi pemasukan ditutup dengan penekanan untuk mencegah perdarahan.
Selama prosedur berlangsung, denyut jantung, tekanan darah, kadar oksigen, dan kondisi Anda akan dipantau secara terus-menerus.
Apa yang Dapat Saya Harapkan Setelah Prosedur?
Setelah Ablasi Jantung:
- Anda akan dipantau di ruang pemulihan selama beberapa jam.
- Sebagian besar pasien menjalani rawat inap selama satu malam, meskipun beberapa pasien dapat pulang pada hari yang sama.
- Anda mungkin mengalami memar ringan atau rasa tidak nyaman pada lokasi pemasukan kateter.
- Sebagian pasien masih dapat merasakan jantung berdebar sesekali selama masa penyembuhan.
- Dokter mungkin tetap memberikan obat antiaritmia untuk sementara waktu.
- Sebagian besar pasien dapat kembali beraktivitas normal dalam beberapa hari, namun aktivitas berat sebaiknya dihindari selama sekitar satu minggu.
Kontrol rutin sangat penting untuk memantau keberhasilan tindakan dan memastikan irama jantung tetap normal.
Apa Risiko Prosedur Ini?
Ablasi Jantung merupakan prosedur yang aman dengan tingkat keberhasilan yang tinggi. Namun, seperti prosedur medis lainnya, terdapat beberapa risiko, antara lain:
- Perdarahan atau memar pada lokasi pemasukan kateter.
- Cedera pada pembuluh darah.
- Infeksi
- Terbentuknya bekuan darah yang dapat menyebabkan stroke atau emboli paru.
- Gangguan pada sistem kelistrikan normal jantung sehingga memerlukan pemasangan alat pacu jantung permanen (jarang terjadi).
- Perforasi jantung atau penumpukan cairan di sekitar jantung (jarang terjadi).
- Kerusakan pada organ di sekitar jantung, tergantung jenis ablasi yang dilakukan.
- Kekambuhan aritmia sehingga memerlukan tindakan ablasi ulang.
- Serangan jantung atau kematian (sangat jarang).
Tim medis akan memantau kondisi Anda secara ketat selama prosedur berlangsung untuk meminimalkan risiko tersebut.
Hasil Pemeriksaan dan Tindak Lanjut
Setelah Ablasi Jantung, dokter akan mengevaluasi:
- Hilangnya atau berkurangnya gangguan irama jantung.
- Perbaikan gejala yang dialami pasien.
- Kebutuhan penggunaan obat antiaritmia.
- Perbaikan fungsi jantung bila sebelumnya terganggu.
- Keberhasilan pengendalian irama jantung dalam jangka panjang.
Tindak lanjut biasanya meliputi:
- Pemeriksaan EKG.
- Holter Monitoring.
- Ekokardiografi
- Evaluasi obat-obatan.
- Pengendalian faktor risiko penyakit jantung dan edukasi gaya hidup sehat.
Kapan Saya Akan Mengetahui Hasil Prosedur?
Dokter biasanya dapat menjelaskan hasil awal tindakan segera setelah prosedur selesai.
Namun, penting untuk diketahui bahwa pada beberapa jenis aritmia, terutama Fibrilasi Atrium (Atrial Fibrillation), terdapat masa penyembuhan (blanking period) sekitar 2–3 bulan. Selama periode ini, pasien masih dapat mengalami jantung berdebar atau gangguan irama ringan, yang belum tentu menandakan kegagalan prosedur.
Dokter akan mengevaluasi keberhasilan tindakan melalui kontrol rutin dan pemeriksaan lanjutan.
Jika Hasilnya Belum Optimal, Apa Langkah Selanjutnya?
Apabila gangguan irama jantung masih berlanjut atau kambuh, dokter dapat merekomendasikan:
- Penyesuaian obat antiaritmia.
- Holter Monitoring atau pemeriksaan EKG tambahan.
- Ablasi Jantung ulang.
- Pemasangan Pacemaker atau Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD) bila diperlukan.
- Pemeriksaan elektrofisiologi lanjutan.
- Kontrol rutin dengan dokter Spesialis Jantung Konsultan Elektrofisiologi.
Seluruh rencana terapi akan disesuaikan dengan jenis aritmia, kondisi jantung, gejala, dan kesehatan pasien secara keseluruhan.
Kapan Saya Harus Menghubungi Dokter?
Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami:
- Nyeri dada.
- Sesak napas.
- Perdarahan atau pembengkakan pada lokasi pemasukan kateter.
- Demam
- Pusing berat atau pingsan.
- Jantung berdebar terus-menerus.
- Nyeri hebat, mati rasa, atau perubahan warna pada tungkai yang digunakan untuk tindakan.
- Gejala baru atau keluhan yang semakin memburuk.
Segera cari pertolongan medis darurat apabila Anda mengalami nyeri dada hebat, sesak napas berat, kehilangan kesadaran, atau gejala yang mengarah pada stroke maupun serangan jantung.
Mengapa Memilih RS Abdi Waluyo?
Di RS Abdi Waluyo, layanan Ablasi Jantung (Cardiac Ablation) didukung oleh teknologi elektrofisiologi terkini dan tim dokter berpengalaman dalam menangani berbagai gangguan irama jantung, mulai dari kasus sederhana hingga yang paling kompleks.
Keunggulan layanan kami meliputi:
- Laboratorium Elektrofisiologi (EP Lab) dan Hybrid Catheterization Laboratory (Hybrid Cath Lab) dengan teknologi pencitraan dan navigasi terkini.
- Teknologi 3D Electroanatomical Mapping untuk memetakan sumber aritmia secara akurat, meningkatkan keberhasilan tindakan, serta mengurangi paparan radiasi.
- Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Elektrofisiologi yang berpengalaman dalam menangani berbagai jenis aritmia, termasuk Fibrilasi Atrium (AF), Flutter Atrium, SVT, VT, WPW, dan gangguan irama jantung kompleks lainnya.
- Pendekatan Heart Team, yang melibatkan dokter Elektrofisiologi, dokter Spesialis Jantung, dokter Bedah Jantung, dokter Anestesi, dan dokter Pencitraan Jantung untuk menentukan terapi terbaik bagi setiap pasien.
- Layanan jantung yang terintegrasi, mulai dari diagnosis, studi elektrofisiologi, tindakan ablasi, pemantauan irama jantung, hingga rehabilitasi dan tindak lanjut jangka panjang.
- Pelayanan yang berpusat pada pasien, dengan mengutamakan keselamatan, keberhasilan prosedur, pengendalian irama jantung jangka panjang, pengurangan risiko stroke, serta peningkatan kualitas hidup.
Dengan memadukan teknologi elektrofisiologi modern, fasilitas Hybrid Cath Lab, dan keahlian tim multidisiplin, RS Abdi Waluyo menghadirkan layanan Ablasi Jantung berstandar internasional untuk membantu pasien memperoleh irama jantung yang lebih stabil, mengurangi gejala, dan menjalani hidup yang lebih sehat.