Sebelum Marathon, HYROX, atau Trail Run: Apakah Tubuh Anda Sudah Benar-Benar Siap? - Abdi Waluyo Hospital
Juli 11, 2026

Sebelum Marathon, HYROX, atau Trail Run: Apakah Tubuh Anda Sudah Benar-Benar Siap?

rsaw

By: dr.Vardian Mahardika, M.Biomed, SpPD, AIFO-K


Popularitas olahraga endurance dan hybrid terus meningkat. Marathon, half marathon, trail run, hingga HYROX kini menjadi target banyak orang yang ingin hidup lebih aktif dan menantang diri. Namun, semakin serius target olahraganya, semakin penting pula memastikan bahwa tubuh benar-benar siap menjalaninya.

Dalam praktik sehari-hari, saya cukup sering menjumpai individu yang tampak bugar, tetapi setelah dievaluasi lebih lanjut ternyata memiliki tekanan darah tinggi, komposisi tubuh yang kurang ideal, gangguan metabolik, atau keluhan saat latihan yang sebelumnya dianggap biasa. Karena itu, persiapan menuju event seperti marathon, trail run, atau HYROX sebaiknya tidak hanya berfokus pada program latihan, tetapi juga pada medical screening yang terarah dan komprehensif.

Mengapa Medical Screening Penting?

Tujuan medical screening bukan untuk membatasi aktivitas olahraga, melainkan untuk membantu Anda berlatih dengan pendekatan yang lebih aman, lebih presisi, dan lebih personal.

Marathon dan trail run membutuhkan kapasitas aerobik, ketahanan otot, strategi hidrasi, dan manajemen energi yang baik. HYROX menambah tantangan melalui kombinasi lari dan latihan fungsional berintensitas tinggi. Pada sebagian orang, peningkatan volume dan intensitas latihan yang terlalu cepat dapat memunculkan masalah yang sebelumnya tidak terlihat, seperti nyeri dada, jantung berdebar, sesak yang tidak proporsional, penurunan performa, atau pemulihan yang terlalu lambat.

Siapa yang Layak Menjalani Evaluasi Lebih Dulu?

Medical screening sangat layak dipertimbangkan bila Anda:

  • berusia di atas 35 tahun dan baru mulai latihan intens
  • memiliki riwayat hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, atau kebiasaan merokok
  • memiliki riwayat keluarga penyakit jantung usia muda atau kematian mendadak
  • pernah mengalami nyeri dada, pusing, pingsan, palpitasi, atau sesak saat olahraga
  • sedang menyiapkan target lomba yang cukup ambisius
  • merasa sudah berlatih keras, tetapi tubuh cepat drop atau recovery buruk

Pada individu muda tanpa gejala dan tanpa faktor risiko utama, evaluasi mungkin cukup sederhana. Namun pada kelompok tertentu—terutama masters athletes dan individu dengan faktor risiko kardiometabolik—penilaian yang lebih terstruktur dapat sangat membantu.

 

Apa Saja yang Dapat Dinilai?

Pemeriksaan biasanya dimulai dari anamnesis, pemeriksaan fisik, dan penilaian faktor risiko. Dari sini, banyak hal penting dapat diketahui: pola tidur, riwayat cedera, keluhan saat latihan, tekanan darah, hingga tanda-tanda overtraining.

Pemeriksaan dasar seperti EKG penting untuk membantu mendeteksi gangguan irama jantung yang mungkin tidak bergejala. Pemeriksaan laboratorium juga bermanfaat untuk menilai kondisi metabolik dan fungsi organ, termasuk fungsi ginjal dan hati, yang berperan dalam performa, hidrasi, dan pemulihan.

Setelah itu, pemeriksaan penunjang dapat dipilih sesuai kebutuhan.

  1. BIA (Bioimpedance Analysis)

BIA membantu menilai komposisi tubuh secara lebih detail, termasuk massa otot, persentase lemak tubuh, dan distribusi lemak. Ini penting karena performa olahraga tidak ditentukan oleh berat badan saja. Pada pelari, komposisi tubuh yang kurang ideal dapat memengaruhi efisiensi gerak. Pada peserta HYROX, lemak visceral yang tinggi atau massa otot yang kurang dapat menghambat performa dan recovery.

  1. Treadmill Test

Treadmill test membantu menilai respons jantung terhadap aktivitas fisik, terutama pada individu dengan faktor risiko kardiovaskular atau keluhan saat latihan. Pemeriksaan ini tidak harus dilakukan pada semua orang, tetapi sangat bermanfaat pada pasien terpilih.

  1. VOmax / CPET

Pemeriksaan ini memberi gambaran mengenai kapasitas kardiorespirasi dan toleransi latihan. Hasilnya dapat digunakan untuk menentukan intensitas latihan secara lebih presisi, mengenali hambatan performa, dan menyusun program yang lebih personal. Ini sangat bermanfaat bagi mereka yang ingin berlatih lebih serius dengan pendekatan yang terukur.

  1. CT Cardiac

CT cardiac bukan pemeriksaan rutin untuk semua pelari atau peserta HYROX. Namun pada individu tertentu, misalnya usia lebih matang, memiliki banyak faktor risiko, atau ada kecurigaan penyakit jantung coroner, pemeriksaan ini dapat dipertimbangkan untuk membantu stratifikasi risiko lebih lanjut. Dengan kata lain, penggunaannya bersifat selektif dan berbasis indikasi.

Jangan Hanya Siap Latihan, Tapi Siap Finis dengan Aman

Banyak orang berfokus pada jadwal latihan, tetapi lupa mengevaluasi “mesin”-nya terlebih dahulu. Padahal target olahraga yang ideal bukan sekadar finis, tetapi finis dengan aman, kuat, dan pulih dengan baik.

Medical screening dapat membantu menjawab berbagai pertanyaan penting:

  • Apakah saya aman untuk meningkatkan mileage?
  • Apakah saya benar-benar siap ikut HYROX pertama saya?
  • Mengapa pace saya tidak membaik walau latihan keras?
  • Apakah kelelahan saya masih wajar, atau ada masalah medis di belakangnya?

Selain itu, nutrisi juga memegang peranan penting. Asupan karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral yang seimbang akan sangat memengaruhi daya tahan, performa, serta proses pemulihan. Nutrisi yang tidak optimal dapat membuat latihan terasa lebih berat, meningkatkan risiko cedera, dan memperlambat adaptasi tubuh.

Persiapan menuju marathon, trail run, atau HYROX sebaiknya dipandang sebagai kesiapan latihan, medis, dan nutrisi secara bersamaan. Pendekatan ini bukan untuk mengurangi semangat berolahraga, melainkan untuk membuat latihan menjadi lebih cerdas, lebih aman, dan lebih efektif.

Jika Anda ingin mempersiapkan diri untuk event olahraga dengan pendekatan yang lebih komprehensif, mulai dari evaluasi risiko, komposisi tubuh, kapasitas kardiorespirasi, pemeriksaan jantung dan laboratorium, hingga optimalisasi nutrisi. Anda dapat berkonsultasi bersama saya melalui layanan terpadu di RS Abdi Waluyo.

References

  • ESC Sports Cardiology Guidelines 2020.
  • AHA/ACC scientific summary on sudden cardiac arrest/death in athletes, 2024.
  • Review on coronary atherosclerosis in masters athletes, 2025.
  • Cardiopulmonary Exercise Testing overview, NCBI/StatPearls.
Chat with us