Transesophageal Echocardiography (TEE) - Abdi Waluyo Hospital
Juli 31, 2026

Transesophageal Echocardiography (TEE)

rsaw

By: RS Abdi Waluyo 


Gambaran Umum

Apa itu Transesophageal Echocardiography (TEE)?

Transesophageal Echocardiography (TEE) atau Ekokardiografi Transesofageal adalah pemeriksaan pencitraan jantung menggunakan gelombang suara (ultrasound) yang menghasilkan gambar jantung dengan sangat detail. Berbeda dengan ekokardiografi melalui dada (Transthoracic Echocardiography/TTE), pada TEE digunakan sebuah probe ultrasound yang tipis dan fleksibel yang dimasukkan melalui mulut ke dalam kerongkongan (esofagus).

Karena letak kerongkongan berada tepat di belakang jantung, TEE mampu menghasilkan gambar jantung yang lebih jelas tanpa terhalang oleh tulang rusuk, paru-paru, atau dinding dada. Pemeriksaan ini sangat bermanfaat untuk mengevaluasi struktur jantung secara lebih mendalam, terutama bila hasil ekokardiografi biasa belum memberikan informasi yang cukup.

Di RS Abdi Waluyo, TEE dilakukan oleh dokter spesialis jantung yang berpengalaman dengan dukungan teknologi pencitraan modern untuk membantu menegakkan diagnosis dan merencanakan penanganan yang tepat.


Mengapa TEE Dilakukan?

Dokter dapat merekomendasikan TEE untuk:

  • Mengevaluasi kelainan katup jantung, seperti penyempitan (stenosis) atau kebocoran katup (regurgitasi).
  • Mendeteksi adanya bekuan darah di dalam jantung, terutama pada pasien dengan fibrilasi atrium.
  • Mendiagnosis infeksi pada katup jantung (endokarditis infektif).
  • Menilai kelainan jantung bawaan (penyakit jantung kongenital).
  • Mengevaluasi kelainan pada aorta dan pembuluh darah besar.
  • Mencari penyebab stroke atau transient ischemic attack (TIA).
  • Menilai fungsi jantung apabila ekokardiografi melalui dada belum memberikan gambaran yang memadai.
  • Membantu memandu tindakan intervensi jantung berbasis kateter maupun operasi jantung.

TEE memberikan gambaran yang lebih rinci sehingga membantu dokter menentukan diagnosis dan rencana terapi secara lebih akurat.


Detail Pemeriksaan

TEE merupakan prosedur minimal invasif yang dilakukan di ruang tindakan dengan pemantauan medis.

Sebelum pemeriksaan:

  • Anda akan diminta untuk berpuasa selama sekitar 6 jam sebelum tindakan.
  • Informasikan kepada dokter mengenai riwayat alergi, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, gangguan pembekuan darah, atau kesulitan menelan.
  • Gigi palsu atau alat bantu gigi lepasan perlu dilepas sebelum pemeriksaan.
  • Jalur infus akan dipasang untuk pemberian obat penenang bila diperlukan.
  • Tenggorokan akan disemprot dengan obat bius lokal untuk mengurangi rasa tidak nyaman saat probe dimasukkan.

Sebelum tindakan dimulai, dokter akan menjelaskan prosedur, manfaat, risiko, serta meminta persetujuan tindakan (informed consent).


Apa yang Terjadi Selama Pemeriksaan?

Selama pemeriksaan:

  1. Anda akan diminta berbaring miring ke kiri.
  2. Tekanan darah, denyut jantung, kadar oksigen, dan tanda vital lainnya akan dipantau selama prosedur.
  3. Dokter akan memberikan obat bius lokal pada tenggorokan dan, bila diperlukan, obat penenang agar Anda lebih rileks.
  4. Pelindung mulut (bite guard) akan dipasang untuk melindungi gigi dan probe.
  5. Dokter akan memasukkan probe ultrasound secara perlahan melalui mulut menuju kerongkongan.
  6. Gambar jantung akan direkam dari berbagai sudut untuk memperoleh informasi yang lengkap.
  7. Setelah pemeriksaan selesai, probe akan dikeluarkan secara perlahan.

Pemeriksaan biasanya berlangsung sekitar 20–40 menit, meskipun waktu kunjungan secara keseluruhan dapat lebih lama untuk persiapan dan masa observasi setelah tindakan.


Apa yang Dapat Saya Harapkan Setelah Pemeriksaan?

Setelah pemeriksaan:

  • Anda akan dipantau hingga efek obat penenang menghilang.
  • Tenggorokan mungkin terasa baal atau sedikit tidak nyaman selama beberapa jam.
  • Anda tidak boleh makan atau minum sampai refleks menelan kembali normal sesuai petunjuk tenaga medis.
  • Karena efek obat penenang dapat memengaruhi kewaspadaan, disarankan agar ada anggota keluarga atau pendamping yang mengantar Anda pulang.
  • Sebagian besar pasien dapat kembali beraktivitas normal keesokan harinya, kecuali bila dokter memberikan instruksi lain.

Apa Risiko Pemeriksaan Ini?

TEE merupakan prosedur yang aman apabila dilakukan oleh tenaga medis yang berpengalaman. Namun, seperti prosedur medis lainnya, terdapat beberapa risiko yang dapat terjadi, meskipun jarang.

Risiko tersebut meliputi:

  • Nyeri tenggorokan atau suara serak sementara.
  • Rasa tidak nyaman saat menelan.
  • Reaksi terhadap obat penenang.
  • Perdarahan ringan pada mulut atau tenggorokan.
  • Cedera pada gigi, mulut, tenggorokan, kerongkongan, atau lambung (sangat jarang).
  • Komplikasi yang sangat jarang, seperti gangguan irama jantung atau aspirasi.

Tim medis akan memantau kondisi Anda selama prosedur untuk meminimalkan risiko tersebut.


Hasil Pemeriksaan dan Tindak Lanjut

Hasil TEE akan dianalisis oleh dokter spesialis jantung untuk mengevaluasi:

  • Ukuran dan fungsi ruang-ruang jantung.
  • Struktur dan fungsi katup jantung.
  • Adanya bekuan darah di dalam jantung.
  • Kelainan jantung bawaan.
  • Infeksi pada katup jantung.
  • Kelainan pada aorta dan pembuluh darah besar.
  • Gangguan struktural jantung lainnya.

Hasil pemeriksaan akan membantu dokter menentukan diagnosis, merencanakan terapi, atau memutuskan apakah diperlukan pemeriksaan maupun tindakan lanjutan.


Kapan Saya Akan Mengetahui Hasil Pemeriksaan?

Dokter dapat menjelaskan hasil awal segera setelah pemeriksaan apabila kondisi memungkinkan.

Laporan lengkap umumnya tersedia dalam waktu 24–48 jam, tergantung pada kompleksitas pemeriksaan.

Pada saat konsultasi, dokter akan menjelaskan hasil pemeriksaan dan mendiskusikan rencana penanganan yang paling sesuai.


Jika Hasil Pemeriksaan Tidak Normal, Apa Langkah Selanjutnya?

Apabila ditemukan kelainan, dokter dapat merekomendasikan:

  • Pemeriksaan pencitraan lanjutan, seperti Cardiac CT atau Cardiac MRI.
  • Kateterisasi jantung atau angiografi koroner.
  • Pengobatan untuk mengatasi penyakit jantung atau mencegah komplikasi.
  • Tindakan intervensi jantung, seperti perbaikan katup atau penutupan kelainan jantung bawaan.
  • Operasi jantung apabila diperlukan.
  • Pemantauan dan kontrol rutin dengan dokter spesialis jantung.

Rencana penanganan akan disesuaikan dengan diagnosis, gejala, dan kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan.


Kapan Saya Harus Menghubungi Dokter?

Segera hubungi dokter apabila setelah pemeriksaan Anda mengalami:

  • Nyeri tenggorokan yang berat atau berlangsung lebih dari 48 jam.
  • Sulit atau nyeri saat menelan.
  • Demam atau menggigil.
  • Nyeri dada.
  • Sesak napas.
  • Muntah darah atau batuk darah.
  • Perdarahan yang tidak berhenti dari mulut.
  • Nyeri perut yang berat.
  • Gejala lain yang baru muncul atau semakin memburuk.

Segera cari pertolongan medis darurat apabila Anda mengalami nyeri dada hebat, kesulitan bernapas, atau gejala yang mengarah pada serangan jantung maupun stroke.


Mengapa Memilih RS Abdi Waluyo?

RS Abdi Waluyo menghadirkan layanan Transesophageal Echocardiography (TEE) dengan dukungan teknologi pencitraan jantung modern dan tim dokter spesialis jantung yang berpengalaman.

Keunggulan layanan kami meliputi:

  • Pencitraan jantung beresolusi tinggi untuk evaluasi struktur jantung secara lebih detail.
  • Dokter spesialis jantung berpengalaman dalam melakukan pemeriksaan dan interpretasi hasil TEE.
  • Evaluasi menyeluruh terhadap katup jantung, ruang jantung, aliran darah, dan kelainan struktural.
  • Teknologi pencitraan terkini yang mendukung diagnosis dan perencanaan terapi secara akurat.
  • Layanan jantung yang terintegrasi, mulai dari diagnosis hingga tindakan intervensi dan tindak lanjut.
  • Pelayanan yang berpusat pada pasien, dengan mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan kualitas pelayanan.

Melalui pemeriksaan Transesophageal Echocardiography (TEE), RS Abdi Waluyo memberikan evaluasi jantung yang lebih mendalam untuk membantu mendeteksi berbagai kelainan secara akurat, mendukung pengambilan keputusan klinis, serta memberikan penanganan yang tepat bagi setiap pasien.

Chat with us