By: RS Abdi Waluyo
Varises bukan hanya soal pembuluh darah yang terlihat menonjol. Kaki terasa berat, pegal, bengkak, atau gatal juga dapat mengganggu kenyamanan saat beraktivitas. Bagi sebagian orang, keluhan ini membuat berdiri lama, bekerja, hingga menjalani kegiatan sehari-hari terasa kurang nyaman.
RS Abdi Waluyo menyediakan layanan Radiofrequency Ablation atau RFA Varises, yaitu prosedur minimal invasif untuk menangani pembuluh darah vena yang bermasalah pada pasien yang sesuai. Pemeriksaan dokter menjadi langkah awal untuk mengetahui penyebab keluhan dan menentukan pilihan perawatan.
Apa Itu Varises?
Varises adalah pembuluh darah vena yang melebar dan berkelok, paling sering terlihat di tungkai. Vena bertugas membawa darah kembali menuju jantung. Di dalamnya terdapat katup yang membantu menjaga aliran darah tetap bergerak ke arah yang benar.
Ketika katup tidak bekerja dengan baik, sebagian darah dapat mengalir kembali ke bawah atau mengalami refluks. Kondisi ini meningkatkan tekanan dalam vena dan dapat menyebabkan varises.
Penanganan perlu mempertimbangkan keluhan, perubahan kulit, dan pola aliran darah, bukan hanya tampilan pembuluh darah.[1]
Bagaimana RFA Mengatasi Varises?
RFA menggunakan panas dari energi frekuensi radio untuk menutup vena yang bermasalah. Dokter memasukkan selang tipis atau kateter melalui akses kecil pada kulit, dengan panduan USG.
Setelah vena ditutup, darah dialirkan melalui vena sehat lainnya. Tindakan umumnya menggunakan bius lokal dan tidak memerlukan sayatan besar seperti pada operasi pengangkatan vena konvensional.[2]
Siapa yang Dapat Mempertimbangkan RFA?
Pemeriksaan USG duplex membantu dokter melihat struktur vena, menilai aliran darah, dan menentukan sumber refluks.
RFA merupakan salah satu pilihan yang direkomendasikan untuk pasien dengan varises dan refluks pada vena utama permukaan, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tindakan ini sesuai.
Alternatif seperti suntikan skleroterapi atau operasi tetap dapat dipertimbangkan berdasarkan kondisi pembuluh darah dan kebutuhan pasien.[1]
Pemulihan dan Hasil yang Dapat Diharapkan
Banyak pasien dapat berjalan dan pulang pada hari yang sama setelah penilaian dokter. Arahan mengenai aktivitas, perawatan luka, dan penggunaan stoking kompresi akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
RFA bertujuan membantu mengurangi keluhan akibat varises. Namun, perubahan penampilan berlangsung bertahap, dan sebagian pembuluh darah yang masih terlihat mungkin memerlukan tindakan tambahan.[2]
Apakah Ada Risiko?
Seperti prosedur medis lainnya, RFA memiliki risiko. Keluhan setelah tindakan dapat berupa nyeri, memar, peradangan pada vena yang diterapi, atau kebas. Penggumpalan darah pada vena dalam merupakan komplikasi yang jarang terjadi tetapi perlu diperhatikan.
Varises juga dapat muncul kembali. Karena itu, pemantauan dan kepatuhan terhadap arahan dokter tetap penting.[2]
Konsultasikan Varises Anda di RS Abdi Waluyo
Memahami kondisi pembuluh darah membantu Anda memilih perawatan dengan lebih yakin. Saat konsultasi, sampaikan keluhan, pengobatan sebelumnya, obat yang sedang digunakan, serta pertanyaan yang ingin Anda diskusikan.
Konsultasikan keluhan varises Anda bersama tim dokter RS Abdi Waluyo untuk mengetahui apakah RFA merupakan pilihan yang sesuai.
(FAQ)
1. Apakah semua varises dapat ditangani dengan RFA?
Tidak. Kesesuaian tindakan ditentukan melalui pemeriksaan dokter dan USG duplex. Ukuran, bentuk, serta pola gangguan aliran darah turut menjadi pertimbangan.[1,2]
2. Apakah RFA memerlukan bius total?
Umumnya tindakan menggunakan bius lokal. Namun, kebutuhan pembiusan dapat berbeda sesuai kondisi pasien dan rencana prosedur.[2]
3. Apakah menutup vena akan mengganggu sirkulasi darah?
Pada pasien yang telah dinilai sesuai, penutupan vena yang bermasalah mengarahkan darah melalui vena sehat lainnya.[2]
4. Apakah varises langsung hilang setelah tindakan?
Tidak selalu. Perubahan berlangsung bertahap. Sebagian pembuluh darah yang tersisa mungkin membutuhkan penanganan tambahan.[2]
5. Apakah saya harus rawat inap?
Banyak pasien dapat pulang pada hari yang sama. Keputusan tetap mengikuti kondisi pasien dan penilaian dokter.[2]
6. Apakah varises bisa muncul kembali?
Bisa. RFA menangani vena yang ditargetkan, tetapi tidak menjamin varises tidak akan muncul kembali di kemudian hari.[2]
7. Bagaimana cara memulai pemeriksaan?
Buat janji konsultasi di RS Abdi Waluyo. Jika tersedia, bawalah hasil USG atau pemeriksaan sebelumnya beserta daftar obat yang sedang digunakan.
Referensi:
- National Institute for Health and Care Excellence. Varicose veins: diagnosis and management. Clinical guideline CG168 [Internet]. London: NICE; 2013 Jul 24 [cited 2026 Oct 17]. Available from: https://www.nice.org.uk/guidance/cg168
- Cambridge University Hospitals NHS Foundation Trust. Patient information on VNUS closure (radiofrequency ablation of varicose veins) [Internet]. Cambridge: CUH; 2026 Jan 9 [cited 2026 Oct 17]. Available from: https://www.cuh.nhs.uk/patient-information/patient-information-on-vnus-closure-radiofrequency-ablation-of-varicose-veins/