By: RS Abdi Waluyo
Melihat hasil PSA yang meningkat dapat membuat khawatir. Namun, angka tersebut belum cukup untuk menyatakan seseorang memiliki kanker prostat. Dokter perlu menilai hasil tes bersama riwayat kesehatan, faktor risiko, dan pemeriksaan lain sebelum menentukan langkah berikutnya.
Kanker prostat adalah pertumbuhan sel yang tidak terkendali di kelenjar prostat, organ kecil di bawah kandung kemih yang menghasilkan sebagian cairan air mani. Karena penyakit ini sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, pemeriksaan dapat membantu menemukan masalah sebelum keluhan muncul. Meski demikian, tidak semua pria memerlukan rangkaian tes yang sama.
Tes PSA memberi petunjuk awal
PSA atau prostate-specific antigen adalah protein yang dihasilkan oleh sel prostat dan diukur melalui tes darah. Kadar PSA dapat meningkat pada kanker prostat, tetapi juga pada pembesaran prostat jinak, peradangan, atau infeksi. Sebaliknya, hasil PSA yang rendah tidak sepenuhnya menyingkirkan kemungkinan kanker.
Artinya, PSA perlu dibaca dalam konteks kondisi Anda. Dokter dapat mempertimbangkan usia, riwayat keluarga, hasil pemeriksaan fisik, serta hasil PSA sebelumnya. Pada kondisi tertentu, tes PSA diulang sebelum pemeriksaan lanjutan diputuskan. Satu hasil yang meningkat tidak otomatis berarti Anda harus menjalani biopsi. [1]
MRI membantu melihat area yang mencurigakan
Jika penilaian awal menimbulkan kecurigaan, dokter dapat menyarankan MRI prostat. Pemeriksaan ini menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambaran jaringan prostat secara rinci. Hasilnya membantu dokter menilai apakah terdapat area yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Laporan MRI dapat memuat istilah PI-RADS, yaitu sistem penilaian tingkat kecurigaan terhadap kanker prostat yang bermakna secara klinis, atau kanker yang lebih mungkin memerlukan penanganan. Skornya berkisar dari 1 hingga 5; semakin tinggi skor, semakin besar kecurigaannya. Skor ini bukan stadium kanker dan bukan diagnosis pasti.
MRI juga memiliki keterbatasan. Kondisi jinak dapat tampak mencurigakan, sedangkan sebagian kanker dapat tidak terlihat. Karena itu, MRI yang tidak menunjukkan area mencurigakan belum tentu meniadakan kebutuhan biopsi, terutama jika faktor risiko atau hasil pemeriksaan lainnya tetap mengkhawatirkan. [2]
Biopsi memeriksa jaringan untuk memastikan diagnosis
Biopsi prostat dilakukan dengan mengambil sampel kecil jaringan menggunakan jarum. Sampel kemudian diperiksa di laboratorium untuk melihat apakah terdapat sel kanker. Pemeriksaan jaringan merupakan cara utama untuk memastikan diagnosis kanker prostat.
Dokter dapat mengambil sampel dari beberapa bagian prostat secara sistematis atau menargetkan area mencurigakan yang terlihat pada MRI. Kedua pendekatan dapat digunakan bersama, sesuai kebutuhan. Bila kanker ditemukan, hasil biopsi juga membantu menilai seberapa agresif sifatnya melalui tampilan sel di bawah mikroskop. [2, 3]
Seperti tindakan medis lainnya, biopsi memiliki risiko, termasuk perdarahan, infeksi, dan kesulitan buang air kecil. Dokter akan menjelaskan persiapan, cara tindakan, serta manfaat dan risikonya sebelum pemeriksaan dilakukan. [1]
Mengapa pemeriksaan disesuaikan untuk setiap orang
Tujuan pemeriksaan adalah menemukan kanker yang perlu ditangani sambil mengurangi tindakan yang tidak diperlukan. Sebagian kanker prostat tumbuh sangat lambat dan mungkin tidak akan menimbulkan keluhan sepanjang hidup seseorang.
Menemukan kanker seperti ini disebut overdiagnosis. Jika kemudian diberikan pengobatan yang sebenarnya tidak diperlukan, hal tersebut disebut overtreatment. Keduanya menjadi alasan penting untuk mendiskusikan manfaat dan risiko pemeriksaan bersama dokter. [1]
Dalam menentukan langkah berikutnya, dokter mempertimbangkan keseluruhan kondisi Anda, termasuk usia, kesehatan secara umum, riwayat keluarga, PSA, pemeriksaan fisik, dan MRI bila diperlukan. Pada sebagian orang, pemantauan dan tes ulang dapat dipilih. Pada orang lain, biopsi diperlukan untuk memperjelas diagnosis. [2]
Setelah pemeriksaan apa langkah berikutnya
Jika kanker ditemukan, pilihan penanganan bergantung pada stadium, karakteristik kanker, kondisi kesehatan, dan preferensi pasien. Diagnosis kanker prostat tidak selalu berarti harus segera menjalani operasi. Pada pasien tertentu dengan kanker berisiko rendah, pemantauan aktif yang terjadwal dapat menjadi pilihan. [3]
Anda dapat berkonsultasi dengan dokter di RS Abdi Waluyo untuk membahas hasil pemeriksaan dan langkah selanjutnya. Jika kanker prostat terdiagnosis, bagaimana dokter menentukan apakah Anda memerlukan pemantauan atau pengobatan? Kenali pilihan penanganannya dalam artikel berikut: Kanker Prostat Tidak Selalu Harus Dioperasi: Kenali Pilihan Pengobatannya.
Referensi