Penyakit Miom: Peran HIFU Untuk Pengobatan - Abdi Waluyo Hospital
Agustus 22, 2024

Dari Rasa Nyeri Hingga Sehat: Peran HIFU dalam Pengobatan Penyakit Miom Uteri

rsaw

Penyakit miom merupakan tumor jinak yang tumbuh di rahim dan dapat menyebabkan perdarahan berlebih, nyeri panggul, serta sering buang air kecil. Hingga 80% wanita mengalaminya sebelum usia 50 tahun. Kini, HIFU hadir sebagai terapi non-invasif yang membantu menangani miom tanpa sayatan.

Selama bertahun-tahun, dokter menangani penyakit miom melalui prosedur bedah seperti histerektomi (pengangkatan rahim) atau miomektomi (pengangkatan miom). Meskipun efektif, kedua prosedur tersebut sering membutuhkan masa pemulihan yang relatif panjang serta dapat memengaruhi kesuburan dan kesehatan reproduksi wanita. Kini, HIFU menawarkan alternatif terapi yang lebih modern. Teknologi ini menargetkan jaringan miom tanpa sayatan dan tanpa masa pemulihan yang panjang. HIFU memanfaatkan gelombang ultrasound terfokus untuk menghasilkan energi panas yang menghancurkan jaringan miom, sehingga membantu meredakan gejala dengan dampak minimal pada jaringan sehat di sekitarnya.

 

Mengenal HIFU (High Intensity Focused Ultrasound)

Dalam prosedur HIFU, dokter mengarahkan gelombang ultrasound berintensitas tinggi secara presisi ke jaringan miom. Energi panas yang dihasilkan meningkatkan suhu pada area target hingga menghancurkan sel-sel miom. Dengan bantuan pencitraan real-time, dokter memantau proses terapi secara langsung dan memastikan penargetan yang akurat. Tingkat presisi ini tidak hanya meningkatkan efektivitas terapi, tetapi juga menurunkan risiko komplikasi. Karena itu, banyak dokter mempertimbangkan HIFU sebagai salah satu alternatif yang lebih aman dibandingkan operasi konvensional bagi pasien yang sesuai dengan indikasi terapi.

 

Teknologi HIFU Untuk Penyakit Miom

Gambar 1. High Intensity Focused Ultrasound

 

HIFU menawarkan berbagai keunggulan dibandingkan metode konvensional dalam penanganan penyakit miom, seperti miomektomi dan histerektomi. Teknologi ini memungkinkan dokter menangani miom tanpa membuat sayatan operasi, sehingga pasien dapat menjalani perawatan dengan lebih nyaman. Berkat pendekatan non-invasif tersebut, pasien umumnya membutuhkan waktu rawat yang lebih singkat dan dapat kembali beraktivitas lebih cepat. Berbeda dengan prosedur bedah yang sering memerlukan masa pemulihan selama beberapa minggu, HIFU membantu banyak pasien melanjutkan aktivitas sehari-hari dalam waktu yang relatif singkat. Selain itu, HIFU juga mengurangi nyeri pasca-prosedur, sehingga meningkatkan kenyamanan pasien selama proses pemulihan.

HIFU juga memberikan keuntungan bagi wanita yang ingin mempertahankan kesuburan. Berbeda dengan beberapa prosedur bedah yang mengharuskan dokter membuat sayatan pada rahim, HIFU menargetkan jaringan miom secara langsung tanpa mengangkat rahim maupun merusak struktur uterus. Karena itu, banyak dokter mempertimbangkan HIFU sebagai salah satu pilihan terapi bagi pasien yang ingin menjaga fungsi reproduksinya. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa HIFU menghasilkan luaran klinis yang baik dengan risiko komplikasi yang lebih rendah dibandingkan beberapa prosedur bedah minimal invasif. Selain itu, dokter dapat melakukan terapi ini secara rawat jalan sehingga pasien tidak perlu menjalani masa perawatan yang panjang di rumah sakit.

Meskipun demikian, dokter tidak dapat menggunakan HIFU untuk semua kasus penyakit miom. Sebelum merekomendasikan terapi, dokter akan mengevaluasi ukuran, jumlah, dan lokasi miom secara menyeluruh. Dokter juga akan meninjau riwayat kesehatan pasien, menilai gejala yang muncul, dan memahami tujuan terapi yang ingin dicapai. Melalui evaluasi tersebut, dokter dapat menentukan pilihan penanganan yang paling sesuai untuk setiap pasien.

Sebelum menjalani terapi, pasien perlu berdiskusi dengan dokter mengenai manfaat, risiko, serta hasil yang dapat diharapkan dari HIFU. Diskusi ini membantu pasien memahami pilihan terapinya secara lebih menyeluruh dan membuat keputusan yang tepat. Meskipun HIFU mampu mengurangi gejala secara signifikan, setiap pasien dapat memperoleh hasil yang berbeda. Oleh karena itu, dokter tetap melakukan pemantauan dan tindak lanjut secara berkala untuk memastikan hasil terapi yang optimal.

Selama lebih dari 15 tahun, RS Abdi Waluyo telah mengembangkan dan menghadirkan teknologi HIFU untuk membantu menangani penyakit miom. Tim dokter RS Abdi Waluyo telah menangani lebih dari 300 pasien serta berkontribusi dalam berbagai penelitian dan publikasi ilmiah terkait HIFU. Pengalaman klinis yang panjang tersebut memperkuat komitmen RS Abdi Waluyo dalam menghadirkan layanan yang mengutamakan inovasi, keahlian, dan perkembangan ilmu pengetahuan terkini. Dengan dukungan teknologi mutakhir dan tim multidisiplin yang berpengalaman, RS Abdi Waluyo menyusun rencana terapi yang personal dan komprehensif untuk membantu setiap pasien mencapai hasil terbaik sekaligus menjaga kualitas hidupnya.

Oleh: Geraldus Sigap


Referensi:
Chat with us