Abdi Waluyo Hospital - Abdi Waluyo Hospital - Tips Sehat
September 11, 2026

Kanker Prostat Bisa Tanpa Gejala Kenali Risiko dan Tanda yang Perlu Diperhatikan

rsaw

By: RS Abdi Waluyo


Tidak ada keluhan saat buang air kecil belum tentu berarti prostat bebas dari kanker. Pada tahap awal, kanker prostat sering tidak menimbulkan gejala. Karena itu, memahami faktor risiko sama pentingnya dengan mengenali perubahan pada tubuh.

Di sisi lain, sering buang air kecil pada malam hari atau aliran urine yang melemah tidak otomatis menandakan kanker. Keluhan serupa dapat terjadi akibat pembesaran prostat jinak atau masalah kesehatan lainnya. Pemeriksaan dokter membantu mengetahui penyebabnya.

Mengenal prostat dan kanker prostat

Prostat adalah kelenjar kecil di bawah kandung kemih yang mengelilingi sebagian saluran keluarnya urine. Kelenjar ini menghasilkan sebagian cairan penyusun air mani. Kanker prostat terjadi ketika sel di kelenjar prostat tumbuh secara tidak terkendali.

Penyakit ini lebih sering ditemukan pada pria usia lanjut. Namun, usia bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan. Riwayat keluarga dan perubahan gen tertentu yang diwariskan juga dapat meningkatkan risiko.

Keluhan yang perlu diperhatikan

Kanker prostat tahap awal biasanya tidak menimbulkan keluhan. Saat penyakit berkembang, beberapa gejala dapat muncul, antara lain:

  • Sulit mulai buang air kecil.
  • Aliran urine melemah atau terputus-putus.
  • Lebih sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
  • Terasa belum tuntas setelah buang air kecil.
  • Darah dalam urine atau air mani.

Pada penyakit yang lebih lanjut, nyeri menetap pada punggung, pinggul, atau panggul juga dapat terjadi. Gejala tersebut tidak cukup untuk memastikan kanker prostat. Jangan langsung menyimpulkan bahwa keluhan Anda adalah kanker, tetapi jangan pula mengabaikannya. [1]

Siapa yang memiliki risiko lebih tinggi

Memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti akan terkena kanker prostat. Namun, informasi ini membantu dokter menentukan apakah pemeriksaan perlu dipertimbangkan lebih awal.

Usia yang semakin bertambah

Risiko kanker prostat meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 50 tahun. Meski lebih jarang, penyakit ini juga dapat terjadi pada usia yang lebih muda.

Riwayat kanker prostat dalam keluarga

Risiko meningkat bila ayah atau saudara laki-laki pernah mengalami kanker prostat. Perhatian lebih diperlukan jika beberapa anggota keluarga mengalaminya atau didiagnosis pada usia muda. Beri tahu dokter siapa yang pernah terkena kanker dan perkiraan usia saat diagnosis.

Perubahan gen yang diwariskan

Perubahan gen tertentu dapat meningkatkan risiko, terutama BRCA2. Gen lain, termasuk BRCA1, MSH2, dan HOXB13, juga dapat berkaitan dengan risiko kanker prostat. Nama-nama ini tidak perlu dihafalkan; yang penting adalah menyampaikan riwayat kanker dalam keluarga. Dokter dapat menilai apakah konseling atau pemeriksaan genetik diperlukan.

Latar belakang keturunan

Risiko juga berbeda antar kelompok populasi. Kanker prostat lebih sering ditemukan pada pria Afrika Amerika dan pria Karibia keturunan Afrika. Penyebab perbedaan ini belum sepenuhnya dipahami. Latar belakang keturunan tetap perlu dinilai bersama faktor risiko lainnya. [2]

Jangan menunggu gejala untuk berdiskusi dengan dokter

Jika Anda memiliki faktor risiko atau perubahan pola buang air kecil, bicarakan dengan dokter. Skrining adalah pemeriksaan pada orang yang belum memiliki gejala. Keputusan untuk melakukannya perlu mempertimbangkan usia, riwayat keluarga, kondisi kesehatan, serta pilihan pribadi.

Salah satu pemeriksaan yang dapat dipertimbangkan adalah tes darah PSA, yaitu protein yang dihasilkan prostat. PSA yang meningkat tidak selalu berarti kanker. Skrining dapat membantu menemukan kanker lebih dini, tetapi juga dapat menemukan kanker yang tumbuh sangat lambat dan mungkin tidak akan menimbulkan masalah. Karena itu, manfaat dan risikonya perlu dibahas bersama dokter. [3]

Bila hasil pemeriksaan memerlukan penelusuran lebih lanjut, dokter dapat mempertimbangkan MRI prostat atau biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan untuk diperiksa. Tidak semua orang memerlukan seluruh pemeriksaan tersebut.

Untuk membahas keluhan dan faktor risiko Anda, konsultasikan kesehatan prostat dengan dokter di RS Abdi Waluyo.

Lalu, bagaimana dokter menentukan pemeriksaan yang tepat untuk Anda? Kenali peran tes PSA, MRI, dan biopsi dalam artikel berikut: PSA Tinggi Belum Tentu Kanker Prostat: Pahami Peran MRI dan Biopsi.


Referensi

  1. National Cancer Institute — Understanding Prostate Changes and Conditions
  2. American Cancer Society — Prostate Cancer Risk Factors
  3. National Cancer Institute — Prostate Specific Antigen PSA Test
Chat with us